سأمضي ولو كلفتني الطريق وقل الوفي و خان الصديد سأمضي إلى الله يا صاحبي فإني أخاف عذاب الحريق
AKU AKAN BERJALAN WALAU SERIBU ARAL 'KAN MERINTANG
Selasa, 13 Maret 2012
MENYINGKAP TABIR PEMIKIRAN POLITIK FIRQOH SESAT
Panggung percaturan politik hari ini ternyata bukan sekedar ajang untuk meraih kekuasaan semata. Lebih dari itu, firqoh-firqoh sesat mulai melirik politik untuk mengeksiskan paham mereka dalam lingkup yang lebih makro dan global. Sejak puluhan abad para penggagas firqoh sesat telah berusaha keras membumikan pemahaman mereka lewat jalur pemerintahan. Mungkin sudah tidak asing ketika di zaman sahabat benih-benih syiah dan khawarij mulai disebar untuk menggoncang politik pemerintahan islam. Namun, gerakan-gerakan mereka saat itu masih banyak bersifat underground. Akan tetapi walaupun demikian jerih payah mereka terlihat eksis . Bahkan dari waktu-kewaktu menunggu saat yang tepat untuk mendapatkan angin segar politik demi menggulirkan pemahaman sesat mereka melalui perantara politik dalam sebuah Negara.
Berkaca dari Sejarah
Umat islam hendaknya selalu berkaca dengan sejarah. Karena sejarah manusia hakikatnya kamus hidup yang penuh dengan ibroh bagi umat yang cerdik membacanya. Kalau kita perhatikan ,Pondasi kokoh kemurnian yang di bangun para pendahulu kita semakin hari terlihat luntur. Bangunan megah dan raksasa pemerintahan islam semakin lama terlihat lapuk diserang musuh-musuh islam dari dalam dan luar dan dalam. Gelombang dahsyat firqoh sesat membahana bergerilya di dalam pemerintahan islam. Dizaman Imam ahmad Firqoh sesat Mu’tazilah berhasil menyusup menduduki posisi strategis di dalam pemerintahan. Akhirnya rezim-rezim yang berkuasa menyebarkan pemahaman sesat bahwa al qur’an adalah makhluk. Sampai saat itu para ulama dan ahlul hadis di doktrin penguasa untuk mengeksiskan dan membumikan paham sesat tersebut. Kondisi politik saat itu memang benar-benar membungkam para ulama dalam menyerukan dakwah kemurnian. Sampai pada tingkat ekstrim, rezim al ma’mun menyiksa dan memenjarakan para ulama yang tidak sejalan dengan pemerintahan. Imam ahmad bin hambal adalah salah satu lambang pejuang kemurnian yang tetap eksis di zaman fitnah dan kepalsuan tersebut.
Kalau kita cermati bukan hanya di dalam dinasti umawiyah saja firqoh sesat berkancah dalam politik. Ketika Dinasti abbasiah berkuasa di akhir pemerintahannyapun mulai terserang bibit-bibit Syiah. Memang terlihat sangat lembut, namun di balik kelembutannya ternyata mengkristal menjadi gerakan yang cepat sekali menyebar dalam masyarakat islam. Seperti halnya gerakan zionis yang awalnya digagas hanya oleh beberapa gelintir orang sampai akhirnya eksis membentuk sebuah kedaulatan Negara Yahudi di Israel.
Semua itu tidak lepas dari kerja keras agen-agen Yahudi yang ternyata mampu bermain cantik di dalam panggung politik dunia di balik kepalsuan mereka. Kebusukan aqidah sesat yang di poles dan di bungkus rapi lewat politik itu seolah menjadi hadiah eksklusif di Negara-negara Islam. Kita lihat saat ini hampir hegemoni zionis mewarnai dan mendominasi politik dunia islam dengan kebijakan-kebijakan yang selalu mendeskriminasikan kepentingan islam. Hal tersebut sama seperti gerakan syiah yang ternyata beremulsi dalam sebuah Negara adidaya yang bernama Iran.
Di negeri kita warisan budaya kufur dari hindu dan budha seringkali menjadi isu politik berlabel kelestarian budaya bangsa. Beberapa firqoh sesat kebatinan masih saja menjadikan hal tersebut adalah warisan sejarah yang mereka anggap lebih luhur dari budaya islam. Sebenarnya islam mempunyai warisan budaya yang lebih agung daripada budaya patung. Yaitu budaya keilmuan yang mampu membangun peradaban terelok di sepanjang zaman.
Wajah Dunia Islam Saat Ini
Umat islam seolah terperanjak saat parade firqoh sesat Syiah menggoncang berbagai Negara islam di timur tengah yang notabenenya basis islam dan menjadi symbol perlawanan peradaban barat. Ternyata banyak kalangan yang baru sadar bahwa agen firqoh-firqoh sesat yang puluhan tahun mengendus itu kini mulai manggung di kancah politik yang strategis. Setelah ratusan tahun Iraq yang merupakan salah satu pusat peradaban islam hari ini tak jauh bedanya dengan iran. Eksistensi Syiah di Iraq mulai membantai kaum sunni seperti kaum yahudi di palestina yang membantai umat islam dan disaksikan layar lebar sebagai tontonan. Bahkan kaum sunni semakin lama menjadi kaum yang minoritas dan tertindas.
Setelah Irak dibenamkan dengan hegemoni syiah maka ekspor revolusi iran mulai masuk ke Bahrain, suriah , Yordania, Mesir dan Lebanon. Bahkan sekarang di Yaman geliat Syiah mulai menyeruak menginginkan pendirian Negara Syiah di yaman utara. Realita tersebut memberikan kita sebuah konklusi bahwa peta kekuatan Syiah mulai menggerus timur tengah yang dulu yang merupakan poros islam. Maukah anda melihat pemikiran politik firqoh sesat tersebut di negeri kita? Mari kita simak!
Ditengah carut-marut realita umat dinegeri kita Jalaludin Rahmat mendeklarasikan Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (Muhsin) di Masjid Akbar Kemayoran, Jalan Benyamin Sueb, Jakarta Pusat pada Jumat 20 Mei 2011. Kadang kita bertanya-tanya, mengapa aliran sesat yang telah difatwakan secara resmi oleh MUI sebagai aliran sesat di Indonesia dibiarkan mengakar di tengah Negara yang mayoritasnya umat islam? Memang tak lepas dari manuver politik yang di balik sarungnya telah ditunggangi kebijakan agen-agen syiah.
Saudaraku fillah…. Inilah waqi’ umat islam seharusnya kita melek terhadapnya. Semua itu karena kita kita berada di dalamnya. Kita harus faham semua ini bukan sekedar wacana politik saja. Memang Politik sekedar kuda tunggangan yang seringkali digunakan para rezim untuk membumikan manhaj mereka. Satu pertanyaan yang perlu kita renungkan dari realita diatas. Akankah negeri kita akan menjadi sasaran ekspor revolusi Syiah dari Iran setelah Irak, Bahrain, Yaman dan lainnya di balik percaturan politik ini?
Selalu Waspada dan Terus Bekerja
Ekspor Revolusi syiah ibarat bom waktu yang hanya menunggu timming yang tepat membumi hanguskan aqidah islam. Umat islam harus berani membredel para agen syiah dalam menyebar bibit-bibit kesesatan yang saat ini dibungkus aqidah taqiyah terutama di jajaran pemegang kendali pemerintahan. Namun jangan sampai waqi’ yang carut marut tersebut membuat kita salah langkah. Banyak sekali jebakan yang menggiurkan. Selain kita harus waspada dan siaga satu. Sepak terjang syiah memang harus di hadang. Tentunya dengan melawan revolusi syiah dengan revolusi kebangkitan. Dakwah di kalangan pejabat pemegang pemerintahan harus juga dipikirkan. Jangan sampai keduluan paham-paham syiah merambah pemikiran mereka. Akhirnya kebijakan politik mereka adalah kebijakan sesat yang mencekoki umat.
Sama sekali kita bukan ingin menjilat penguasa dan menjadi kaki tangan mereka.namun untuk menyampaikan al haq sehingga di tegakkan di alam nyata. Dan salah satu Permasalahannya para umara’ di negeri ini sama sekali tidak terkawal dengan ulama, bahkan terabaikan dari prioritas dakwah. Tidak ada aib mendakwai pejabat pemerintah untuk bekerja melawan konspirasi global sekalipun status mereka penguasa yang dzalim. Bukan kah Alloh memerintahkan Musa dan Harun untuk berdakwah kepada rezim fir’aun yang kafir dan menindas kepada orang-orang beriman? Kami yakin para mujahid faham akan ayat yang mulia ini…
“ Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku. Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, Sesungguhnya Dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut".
(Qs Thaha ayat42-44.)
Wallohu a’lam bishowab.
FIQH MAKANAN DALAM TINJAUAN AL QUR’AN DAN AS SUNNAH
Urgensi memperhatikan Makanan
“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.” (QS. ‘Abasa (80): 24)
Mengapa?
Seharusnya bagi orang yang beriman setiap kali melewati dan membaca ayat yang mulia tersebut selalu mentadabburi makna dan kandungannya. Sebuah perintah lugas dan penuh makna yang turun dari Alloh yang bersemayam di atas singgasanaNya. Ada rahasia besar di balik perintah memperhatikan makanan manusia. Selain sebab utama terkabulnya doa ia juga menjadi sumber kesehatan jiwa dan raga. Oleh karena wajib bagi kita mempelajari tentang fiqh makanan. Bukan hanya sekedar ditinjau dari sisi nutrisi gizinya namun, lebih jauh dari itu yaitu dari sisi halal dan haramnya. Dan kalau kita renungi lebih jauh, ayat tersebut memotivasi kita untuk mengetahui bagaimana fiqh makanan dalam perspektif islam. Maka dari itu dalam pembahasan kali ini akan kita paparkan secara singkat fiqh makanan dalam tinjauan al qur’an dan al hadits. Selain itu Kita bukanlah seperti orang kafir yang makan dan minum seenak perutnya.Kita ingin setiap makanan yang masuk kedalam tubuh kita berbarokah dan jelas kehalalannya.
Kaidah yang Agung dalam makanan
Kalau kita pelajari ilmu ushul fiqh disana ada kaidah yang sangat agung dalam masalah makanan. Orang-orang orientalis tidak faham akan hal-hal seperti ini karena pada dasarnya kajian mereka berkisar pada kulit luar islam saja.
الأصل في الأشيء الحل ولا يحرم إلا ما حرمه الله ورسوله.
"Hukum asal segala sesuatu adalah halal dan sesuatu tidak diharamkan kecuali jika Allah dan Rasul-Nya mengharamkannya.”
Inilah kaidah yang berlaku untuk masalah makanan yang seharusnya dihafal oleh setiap muslim.Dari kaidah tersebut maka hukum asal segala macam makanan baik hewan dan tumbuhan yang ada di darat dan di laut adalah halal untuk di konsumsi. Dan tidak diharamkan dari hal tersebut kecuali apa-apa yang diharamkan di dalam alqur’an dan assunah. Ini lah kaidah yang merupakan pokok pangkal dalam memahami fiqh makanan.
BERBAGAI MAKANAN YANG DI HARAMKAN DI DALAM AL QUR’AN
Alloh SWT berfirman
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al Maidah: 3)
Dari ayat di atas maka dapat kita perinci bahwa Alloh mengharamkan 5 macam hal.
1. Al Maitah(bangkai)
Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat tersebut mendefinisikan bangkai yaitu
ما مات من الحيوانات حتف أنفه من غير ذكاة ولا اصطياد.
“Setiap hewan yang matinya tanpa disembelih dengan syar’i ataupun mati karena perburuan. ”
Maksud dari menyembelih secara syar’i yaitu disembelih hanyauntuk Alloh dan dengan cara yang diperintahkan Alloh. Contoh bangkai yang diharamkan seperti dalam ayat diatas.
a. Al munkhoniqoh: hewan yang mati dalam keadaan tercekik.
b. Al mawquudzah: hewan yang mati karena dipukul dengan tongkat atau selainnya.
c. Al mutaroddiyah: hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi.
d. An nathiihah: hewan yang mati karena ditanduk.
e. Hewan yang diterkam binatang buas
Termasuk juga hewan yang mati karena sakit baik terkena virus atau yang lain.Jika seseorang mendapati hewan-hewan dengan status diatas dan masih dalam keadaan hidup kemudian dia menyembelihnya dengan cara syar’i maka bukan lah termasuk dalam kategori bangkai yang diharamkan untuk dimakan dan diperdagangkan. Karena dalam ayat tersebut jelas “kecuali yang sempat kamu menyembelihnya” . namun apa saja yang dipotong atau terpotong dari hewan yang masih hidup maka hal tersebut dikategorikan sebagai bangkai juga. Rosululloh saw bersabda
“Apa yang dipotong dari binatang dalam keadaan hidup, maka sesuatu tersebut adalah bangkai.” (HR. Abu Dawud)
Hukum asal dari bangkai adalah haram berdasarkan ayat dan hadist diatas namun dikecualikan dengan 2 bangkai yang dihalalkan dalam islam. Dalilnya hadits dari ibnu Umar rdh
“Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.” (HR. Ibnu Majah no. 3218)
2. ad Dam (darah yang mengalir)
Yang di maksud dari darah ditafsirkan surat al al an’am 145 yaitu daman masfuhan(darah yang mengalir). Seperti orang yang menyembelih hewan kemudian darahnya ditampung di baskom dan dibiarkan membeku setelah itu di goreng atau di rebus menjadi makanan saren(jawa) maka hal tersebut haram dimakan.
3. Daging babi
Selain ayat diatas dalam surat (QS. Al An’am: 145) alloh mengharamkan daging babi.
“Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al An’am: 145)
Termasuk dari daging tersebut adalah kulit dan lemaknya serta seluruh bagian dari babi tersebut.Para ulama menjelaskan bahwa al qur’an menyebutkan “daging”(bukanlemak,tualng atau kulitnya) karena memang daginglah yang biasa di konsumsi dari babi.
4. Hewan yang disembelih atas nama selain Allah
Keharaman hewan yang disembelih bukan atas nama Alloh dijelaskan juga dalam ayat yang lain.
“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS. Al An’am: 121)
Oleh karena itu haram bagi kaum muslimin memaka daging sembelihan orang musyrik seperti majusi,atheis, murtadin,paganis, penyembah sapi atau matahari dll. Adapun sembelihan ahlul kitab(yahudi dan nasroni) maka hal tersebut di bolehkan berdasarkan firman Alloh SWT.
“Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu.” (QS. Al Maidah: 5)
Berkaitan dengan masalah ini maka orang muslim hendaknya berhati-hati jika mengkonsumsi daging sembelihan yang diimpor dari negeri kaum musyrikin. Namun seandainya jelas daging sembelihan tersebut dilaksanakan secara syar’I dan menyebut nama Alloh saat menyembelih (seperti dengan menyewa kaum muslimin dalam penyembelihan) maka boleh dikonsumsi. Berbeda dengan daging yang diimpor dari Negara kaum muslimin maka kita tidak diwajibkan mengecek sebagaimana daging dari negeri kuffar karena memang kaum muslimin berkompeten dalam hal ini kecuali terdapat indikasi bahwa sembelihan tersebut tidak halal seperti tidak syari dalam penyembelihan.
5. Hewan yang disembelih untuk selain Allah
Haram hukumnya mengkonsumsi daging yang yang disembelih untuk selain Alloh seperti disembelih untuk tumbal, jin penunggu laut selatan,berhala dan penghuni kubur.
Hewan yang haram dalam hadits nabi saw
1. Setiap hewan yang diperintahkan oleh syari’at untuk dibunuh
Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada lima jenis hewan fasiq (berbahaya) yang boleh dibunuh ketika sedang ihram, yaitu tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak dan kalb aqur (anjing galak).” (HR. Bukhari no. 3314 dan Muslim no. 1198)
Hewan yang digolongkan hewan fasik dan juga diperintahkan untuk dibunuh adalah cecak atau tokek. Hal ini berdasarkan hadits Sa’ad bin Abi Waqqosh, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh tokek, beliau menyebut hewan ini dengan hewan yang fasik” (HR. Muslim no. 2238). An Nawawi membawakan hadits ini dalam Shahih Muslim dengan judul Bab “Dianjurkannya membunuh cecak.”
Dari Ummu Syarik –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cecak. Beliau bersabda, “Dahulu cecak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim 'alaihis salam.” (HR. Bukhari no. 3359)
2. Keledai piaraan/jinak.
keledai jinak menurut mayoritas ulama hukumnya haram untuk dimakan. Dalil yang menyebutkan keharamannya seperti sabda nabi saw.“Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sambil berkata, "Daging keledai telah banyak di konsumsi. " Selang beberapa saat orang tersebut datang lagi sambil berkata, "Daging keledai telah banyak di konsumsi." Setelah beberapa saat orang tersebut datang lagi seraya berkata, "Keledai telah binasa." Maka beliau memerintahkan seseorang untuk menyeru di tengah-tengah manusia, sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang kalian mengkonsumsi daging keledai jinak, karena daging itu najis." Oleh karena itu, mereka menumpahkan periuk yang di gunakan untuk memasak daging tersebut." (HR. Bukhari no. 5528 dan Muslim no. 1940). Adapun keledai liar begitu juga dengan kuda maka hukumnya halal.
3. Setiap burung yang bercakar
“Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring, dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram.”( HR. Muslim no. 1934)
Para ulama menjelaskan maksud dari yang bercakar adalah yang digunakan untuk memotong, menerkam atau menyerang mangsanya . Dengan demikian ayam jago, dan berbagai burung merpati, pipit dan sejenisnya tidak termasuk yang diharamkan untuk di konsumsi.
4. Binatang buas yang bertaring
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakan setiap hewan buas yang bertaring.” (HR. Bukhari no. 5530 dan Muslim no. 1932)
Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring, dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram.” (HR. Muslim no. 1934)
An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan memiliki taring–menurut ulama Syafi’iyah- adalah taring tersebut digunakan untuk berburu (memangsa). Adapun kelinci maka daia tidak termasuk dalam larangan ini hal ini didasarkan oleh riwayat dari Anas,
“Kami pernah disibukkan untuk menangkap kelinci di lembah Marru Azh-Zhohran, orang-orang berusaha menangkapnya hingga mereka keletihan. Kemudian aku bisa menangkapnya lalu aku bawa menghadap Abu Tholhah. Maka dia menyembelihnya kemudian dikirim daging paha depannya atau paha belakangnya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lantas beliau menerimanya." (HR. Bukhari no. 5535 dan Muslim no. 1953)
5. Setiap hewan yang dilarang oleh syari’at untuk dibunuh
Dari Ibnu Abbas, ia berkata,
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk membunuh empat binatang: semut, lebah, burung Hudhud dan burung Shurad.” (HR. Abu Daud no. 5267, Ibnu Majah no. 3224 dan Ahmad 1/332. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dari ‘Abdurrahman bin ‘Utsman, ia berkata,
“Ada seorang tabib menanyakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai katak, apakah boleh dijadikan obat. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk membunuh katak.” (HR. Abu Daud no. 5269 dan Ahmad 3/453.
Jika hewan-hewan tersebut dilarang dibunuh lalu bagaimana dengan mengkonsumsinya?tentu suatu hal yang sangat bertentangan.
6. Hewan jalalah
Hewan jalalah adalah hewan (seperti unta, sapi, kambing atau ikan ) yang mengkonsumsi yang najis –atau mayoritas konsumsinya najis.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari mengkonsumsi hewan jalalah dan susu yang dihasilkan darinya.” (HR. Abu Daud no. 3785 dan At Tirmidzi no. 1824.
Pada asalnya hewan jalalah ini halal namun karena ia makan dari yang najis maka menjadi terlarang dan boleh dikonsumsi kembali setelah dikarantina dan diberi makanan dari yang bersih.
7. Daging Anjing
Dari Abu Mas’ud Al Anshori, beliau berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh melarang dari upah jual beli anjing, upah pelacur dan upah tukang ramal.” (HR. Bukhari no. 2237)
Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sungguh jika Allah mengharamkan suatu kaum untuk mengkonsumsi sesuatu, Allah pun melarang upah hasil penjualannya.” (HR. Abu Daud no. 3488 dan Ahmad 1/247.)
Hari ini masih banyak yang plin-plan(ragu-ragu) atas keharaman daging anjing. Sebagian memlintir dalil bahwa di dalam alqur’an tidak terdapat nash yang mengharamkan anjing. Jika air liur anjing saja termasuk najis yang wajib dibersihkan bahkan tidak cukup dengan dibasuh air maka bagaimana dengan dagingnya? Memang benar ada sebagian ulama fiqh yang berpendapat daging anjing halal untuk dimakan. Namun pendapat tersebut merupakan pendapat yang lemah. Dalil-dalil hadits diatas hendaknya dipahami bukan sekedar tekstualnya saja.
BERSIKAP WARO’(hati-hati) HIASAN BAGI ORANG BERIMAN
Beberapa hal diatas merupakan poin pentingyang secara dzatnya diharomkan bagi kaum muslimin. Bolehjadi makanan halal namun menjadi haram karena sebabnya yang harom seperti makanan hasil dari uang riba,judi, zina, Suap menyuap, KKN dll.
Ahibabati fillah…
Dalam sebuah hadits yang shohih dijelaskan bahwa setiap daging yang tumbuh dari yang harom maka nerakalah tempatnya. Kemudian hadits seoranglaki-laki yang berdoa dengan mengangkat tangan dalam kondisi kusut dan lusuh namun tertolak salah satunya karena mengkonsumsi makanan yang haram. Lantas bagaimana makanan yang kita dan keluarga kita ? Yakinkah bahwa makanan tersebut halal? Ahibbati fillah…bersikap waro’lah akan hal ini terlebih terhadap perkara yang masih syubuhat. Hal tersebut karena boleh jadi doa-doa kita yang tak kunjung terkabul disebabkan kecerobohan kita dalam perkara makanan. Semoga Alloh senantiasa menjaga kita dari segala yang harom. Wallohu a’lam bishowab.
Mengenalkkan anak pada Nabi SAW
Figuritas yang Terampas
Dalam tarbiyatul aulad atau pendidikan anak figur atau keteladanan adalah salah satu komponen terpenting sekaligus elemen dasar dalam pembentukan watak dan kepribadian anak. Oleh karena itu orang tua harus faham siapakah figur yang digandrungi oleh anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari. Semua itu karena hari ini para produser film anak berkompetisi dalam memproduksi film superhero (kepahlawanan) yang khusus di sajikan untuk anak-anak. Misi yang di lancarkan cukup komplikasi, satu diantaranya mengalihkan anak dari keteladan sejati kepada nabi SAW. Kita bisa lihat mulai dari Superboy, Superman, Batman, Ultraman, Power Rangers, Naruto dan masih banyak sederet lainnya.
Dampak negatif film tersebut bagi anak yang suka menontonnya sangat signifikan. Anak bukan sekedar bergaya hidup malas bahkan mempunyai kecenderungan emosi yang tidak stabil serta “meneladani” tokoh fiktif dalam film animasi tersebut.
Sampai pada titik parah yang pernah penulis pernah alami sendiri tatkala mengajar TPA. Ada seorang anak merengek meminta diajari “ Doa Power Rangers”. Terhenyak rasanya ungkapan tersebut bagai gelegar suara petir yang mengguncang gendang telinga. Mungkin bisa kita pahami, katakanlah hal tersebut sebagai celotehan . Namun aneh bin ajaib. Ternyata tanpa disadari anak-anak kita menjadi korban figuritas palsu dari kaum yang kebingungan mencari teladan dalam kehidupan mereka. Kita bisa tarik benang merah bahwa tokoh fiktif dalam film-film animasi tersebut benar-benar telah merampas keteladan pada anak-anak kita. Lantas bagaimana solusi bijak mengatasi problmatika besar ini? Tidak lain dan tidak bukan orang tua harus menjadikan Rosululloh saw sebagai uswah hasanah bagi anak-anak kita.
Kenalkan Anak Pada Rosululloh SAW.
Jujur saja , sudahkah kita mengenalkan anak kita pada nabi saw teladan kita rosululloh saw? Tentunya beragam jawaban yang muncul dari mulut kita. Yang jelas banyak di kalangan kaum muslimin sendiri seringkali lalai mengenalkan anak dengan nabi saw.
Seharusnya sejak dini anak-anak kita dididik mengenal nabi saw. Jangan ditunda-tunda lagi. Mulailah dari sekarang mengenalkan anak kepada nabi saw. Tidak perlu menunggu anak besar dan dewasa karena hal tersebut sama saja membiarkan lembaran-lembaran putih anak kita tercoreng dengan tinta-tinta kejahiliyahan dari lingkungan yang tidak konduksif . Goreslah awal kehidupan anak kita dengan tinta emas sejarah kehidupan rosul yang mulia. Harapannya semoga ketika besar goresan –goresan tersebut mampu memancarkan cahaya di tengah gelap dan pekatnya kabut kejahiliyahan yang menutupi kebanyakan manusia.
Sungguh tidak ada pengajaran yang paling utama setelah mengenalkan anak pada Alloh(ma’rifatulloh) kemudian mengenalkan anak pada rosululloh saw (ma’rifatu nabi saw). Anak-anak kita harus terbiasa mendengar cerita tentang siroh nabi saw. Kita pun harus kisahkan kepahlawanan dan keberanian nabi dalam menegakkan kebenaran. Begitu juga kepawaian, kegagahan serta kelincahannya dalam memimpin pasukan dan tentara. Anakpun harus faham bahwa nabi adalah pahlawan tangguh yang membela kaum lemah dan menumpas segala kejahatan dan kedzoliman di muka bumi ini. Kita harus tanamkan bahwa semua tokoh fiktif dalam film tersebut sama sekali tak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan kehebatan nabi saw. Makna-makna tersebut harus benar-benar menghujam dalam benak anak kita.
Hal-hal yang wajib dikenalkan pada anak tentang Rosululloh saw
Ada beberapa point penting yang wajib diajarkan orang tua pada anak-anaknya berkaitan dengan Rosululloh saw.
1. Mengenalkan kepada anak kerosulan nabi saw.
Inilah yang merupakan pilar penting setelah bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Alloh. Mengenalkan anak pada kerosulan Nabi saw bertujuan untuk menguatkan aqidah bahwa Alloh mempunyai utusan di muka bumi ini yang wajib di taati dan diteladani. Begitu juga menamkan kecintaan dan ittiba dengan sosok agung yang sangat santun dan menghargai anak-anak.
2. Mengenalkan pada anak Misi dakwah nabi saw
Mengenalkan anak pada misi dakwah nabi saw berarti mengajarkan anak akan pentingnya bertauhid dan ittiba’. Karena memang misi dakwah nabi adalah penegakan tauhid di muka bumi ini. Tujuan pengenalan ini untuk menyemai benih tauhid dan ittiba’ dalam diri anak. Tentunya hal ini sesuai dengan kondisi usia dan pemahaman anak.
3. Mengenalkan pada anak sunnah-sunnah nabi saw.
Sunnah nabi adalah perhiasan bagi anak yang lebih mahal dari emas dan berlian. Dialah bekal kehidupan anak dalam menatap masa depan. Mengenalkan anak pada sunnah nabi saw yaitu dengan jalan mengajarkannya langsung pada anak-anak berbagai sunnah beliau saw mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Begitu juga membiasakan mengucap salam jika bertemu dan berbuat baik pada keluarga dan tetangga serta sunnah lainnya.
4. Mengenalkan pada anak sifat kesempurnaan fisik nabi saw
Kita harus kenalkan sifat kesempurnaan fisik nabi saw kepada anak-anak kita. Hal ini sangat membantu bagi anak memahami bahwa teladan tersebut bukanlah suatu hal yang abstrak. Anak pasti bertanya pada ortunya nabi saw itu seperti apa,kemudian bagaimana ciri-cirinya dll. Para ulama sirohpun dalam bukunya sangat detail menyebutkan sifat kesempurnaan fisik nabi saw .Hal ini menunjukkan sangat pentingnya sifat tersebut diketahui oleh umat islam.
5. Mengenalkan pada anak akhlaq dan kepribadian nabi saw.
Point ini sangat penting karena akhlaq yang mendominasi di masyarakat kita adalah akhlak barat atau adat. Dengan mengenalkan akhlaq dan kepribadian nabi saw insya alloh pribadi islami akan mewarnai masyarakat kita.
6. Mengenalkan pada anak siroh nabi dan para sahabatnya dalam berjuang membela islam.
Kisah-kisah heroik dan menarik dalam sejarah kehidupan nabi dan para sahabatnya hendaknya menjadi topik penting dalam cerita anak. Hal ini bertujuan menumbuhkan jiwa pejuang dan bangga dengan kejayaan islam. Begitu juga mendorong mereka menjadi para mujahid yang tangguh membela islam.
Metode Mengenalkan anak pada Rosululloh saw
Metode yang telah terbukti berhasil dalam dunia ilmu dan pendidikan adalah dengan pembelajaran intensif dan terprogram. Metodologi ini sebenarnya intrepretasi dari makna tadarruj ( step by step) sebagaimana yang telah lama di kenal dalam tradisi ulama islam. Artinya amalan ini bukan asal jalan dan jadi. Namun disana ada tahap pelaksananan dan evaluasi.
Secara gradual ada 2 cara yang telah berkembang dan dapat kita praktekkan.
1. Metode formal.
Yan dimaksud dengan cara formal mengenalkan anak pada rosululloh saw seperti instansi ada lembaga tertentu seperti sekolah-sekolah islam terpadu, Pondok pesantren atau ma’had,PAUD, TPA di masjid atau bahkan memberikan guru privat yang mengajarkan anak-anak kta nilai-nilai islam.
2. Non formal
Seperti menggunakan moment tertentu yang tepat saat mendidik anak. Saat perjalanan, waktu menjelang tidur, ketika anak terbaring sakit dan butuh sentuhan kasih sayang, saat bersama di meja makan dan masih banyak waktu lainnya. Dan yang lebih mengena dalam metode ini sang ibu harus benar-benar berperan sebagai madrosah ula bagi anak-anaknya.
Hanya Rosululloh teladan kita
Jika kita bertanya kepada anak-anak kaum muslimin zaman ini siapakah idola dan teladan mereka? Maka sedikit sekali yang menjawab bahwa idola dan teladan mereka adalah rosululloh saw. Mayoritas dari mereka jawabannya pasti berkisar antara bintang film, pemusik atau atlet olah raga. Maka tidak heran kalau dinding kamar mereka penuh dengan tulisan dan poster mereka.
Wahai para ayah dan ibu tercinta…
Selamatkan anak dan generasi kita dari figuritas-figuritas palsu itu. Kita harus tanamkan hanya rosululloh teladan kita. Ya hanya Rosululloh saw teladan kita. Tak ada yang lain.Sampai kapanpun…
Maha suci Alloh yang berfirman dalam alqur’an.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.”(QS. al Ahzab:21)
KENALKAN ANAK PADA SANG PENCIPTA !
Tugas besar yang pertama kali harus di jalankan oleh orang tua dalam mendidik anak adalah mengenalkan anak dengan Sang pencipta yaitu Alloh SWT. Inilah “ma’rifatulloh” yang dengannya fitroh insaniah (fitrah tauhid) terjaga dan terpelihara. Ma’rifatulloh bagi seorang anak merupakan pondasi dasar yang diatasnya akan berdiri bangunan islam yang megah dan mercusuar. Begitu juga kalimat pertama yang seharusnya menoreh dan menggores lembaran putih dalam jiwa anak-anak kita.
Generasi tauhid dan robbani tidak akan terwujud tanpa andil orang tua dalam mengenalkan anak pada sang pencipta. Tentunya bukan sekedar mengajari bahwa Alloh itu ada. Lebih dari itu, anak harus selalu dikawal dengan manhaj yang benar dalam ma’rifatulloh. Seperti mengenalkan tentang sifat dan asma Alloh, menanamkan jiwa ketauhidan dan mengubur dalam semua bentuk kesyirikan. Semua itu adalah bagian dari mengenalkan anak pada sang pencipta (ma’rifatulloh)
URGENSI MENGENALKAN ANAK PADA SANG PENCIPTA
Anak akan tumbuh dengan lurus ketika sejak kecil telah mengenal Alloh. Benih-benih akhlak mahmudah pun akan berkembang jika hati yang seolah bagaikan ladang tempat berseminya tanaman selalu disirami dengan mata air ma’rifatulloh.
Ada beberapa urgensi mengenalkan anak terhadap sang pencipta sejak dini. Diantara urgensi tersebut adalah:
1. Mengenalkan anak kepada Sang pencipta adalah benteng menjaga kefitrohan. Tentu semua kita telah faham bahwa setiap anak terlahir dalam keadaan fitroh kemudian orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut yahudi,nasrani ataupun majusi. Jika anak –anak kita tidak mengenal Alloh maka yang pertama kali disalahkan adalah orang tuanya. Karena pada dasarnya orang tualah yang menyebabkan anak menjadi yahudi ,nasrani maupun majusi. Dengan mengenalkan Alloh pada anak didik maka akan sirnalah paradigma dalam jiwa anak kita untuk meyakini ada sesembahan selain Alloh. Inilah benteng perkasa bagi masa depoan anak kita.
2. Mengenalkan anak dengan Alloh merupakan upaya menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka, dimana Alloh swt berfirman” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…(QS. Al-Tahrim: 6)
3. Mengenalkan anak kepada ma’rifatulloh akan menjadikan anak mempunyai kepribadian yang kuat dan membentuk anak berakhlaq terpuji dalam kehidupan sehari- hari.
BEBERAPA METODE MENGENALKAN ANAK PADA SANG PENCIPTA
Mengenalkan Anak pada sang pencipta bisa dilakukan dengan berbagai cara. Sebagai orang tua maupun pendidik hendaknya inovatif dan kreatif dalam pelaksanaannya. Beberapa metode yang bisa dilakukan diantarannya:
1. Para pendidik hendaknya senantiasa belajar ilmu aqidah dengan benar. Keberadaan Alloh yang ghaib seringkali menjadi pertanyaan bagi anak kecil. Jangan sampai ketika ditanya oleh anak “ Ibu, Alloh itu dimana sih?” maka dijawab dengan “ Nak, Alloh itu di mana-mana”. Jawaban tersebut seolah menenangkan anak. Namun tidak mencerminkan jawaban yang benar dalam mengenalkan keagungan Alloh. Tidak masuk akal jika Alloh yang maha tinggi bersemayam di mana-mana dan di setiap tempat. Alloh telah menjelaskan sendiri bahwa Dia berada di langit dan bersemayam di atas Ars-Nya.
2. Menggunakan Lafadz Alloh dalam percakapan sehari-hari dengan anak didik merupakan cara efisien mengenalkan anak pada ma’rifatulloh. Misalnya dalam memberikan pujian pada anak yang mau menjalankan sholat sendiri walaupun masih asal-asalan . ucapkanlah pada anak , ‘Subhanalloh adik memang pinter dan rajin, Alloh sangat suka dengan anak yang rajin.” Dan semisalnya . Hal ini akan mengenalkan dan mendekatkan anak pada sang pencipta.
3. Perkenalkan nikmat Alloh dan kasih sayang-Nya melalui fungsi organ tubuhnya. Sebagai contohnya ketika orang tua sedang bermain dengan anak cobalah untuk menyuruh anak kita berdiri dengan satu kaki, kemudian berjalan. Ketika anak tersebut kesulitan maka ucapkanlah pada anak tersebut. “Dik , Alloh ternyata sangat sayang pada adik dengan dua kaki normal yang bisa berjalan. Coba kalau adik gak punya dua kaki gak bisa jalankan?”
4. Membiasakan mengajak anak berdoa pada alloh disetiap kapan saja . Seperti sebelum dan sehabis makan, beranjak tidur dan sesudahnya,ketika hendak safar dan lainnya . dan hendaknya mengajari anak untuk menghafal asmaul husna sejak dini serta mempraktekkannya sebelum berdoa dalm keseharian kita.
5. Menyediakan berbagai bacaan tentang mengenal Alloh dan RosulNya. Begitu juga menjauhkan anak dari bacaan dan tontonan yang bisa merusak aqidah anak.
BELAJARLAH DARI KISAH LUQMAN
Alloh mengabadikan nasihat luqman kepada anaknya di dalam al Qur’an yang mulia.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“ dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(QS. Luqman: 13)
Ibnu katsir rhm mengatakan dalam tafsirnya berkaitan dengan ayat ini.” Luqman berpesan kepada anaknya sebagai orang yang paling disayanginya dan paling berhak mendapatkan pemberian yang paling utama dari pengetahuannya (yaitu tentang tauhid), Oleh karena itu dalam wasiat pertamanya berpesan agar tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun ”
Subhanalloh, kalau kita renungkan nasihat ini begitu agung. Kalimat yang pendek namun mengandung muatan ma’rifatulloh yang begitu dalam. Sungguh tak ada yang utama dalam pendidikan anak melainkan mengenalkan anak pada ma’rifatulloh. Jika sejak dini anak-anak faham akan ma’rifatulloh, Insya Alloh jika dewasa nanti kelak akan melahirkan para mujahid dan dai bahkan dokter,insyinyur,arsitek maupun tokoh masyarakat yang bertaqwa dan faham akan hak hak Alloh dan RosulNya. Semoga….
Senin, 20 Februari 2012
AHLUL BAIT NABI
A. DEFINISI
Ahlul bait Nabi adalah mereka yang haram menerima zakat dan shodaqoh yaitu keturunan Rasulullah , para istri beliau, dan semua muslim serta muslimah dari keturunan ‘Abdul Muththalib yakni mereka semua dari Bani Hasyim.
Oleh karena itu dari pengertian diatas, Ahlul bait mencakup
1. Istri-istri nabi saw.
2. Anak-anak nabi saw dan keturunannya.
3. Keluarga Ali bin Abi Thalib.
4. Keluarga Ja’far bin Abi Thalib.
5. Keluarga ‘Aqil bin Abi Thalib.
6. Keluarga‘Abbas bin ‘Abdul Muthalib.
Al-‘Allamah Ibnu Qayyim al-jauziyah berkata dalam kitabnya, Jala’ al-Afham:
وهذا القول في الآل أعني أنهم الذين تحرم عليهم الصدقة هو منصوص الشافعي وأحمد والأكثرين وهو اختيار جمهور أصحاب أحمد والشافعي
“Dan pendapat tentang Ahlul Bait ini, yakni bahwa mereka adalah yang haram menerima shodaqoh, itulah yang dinyatakan oleh asy-Syafi’i, Ahmad dan mayoritas ulama’. Dan ia adalah pendapat yang dipilih oleh jumhur murid-murid Ahmad dan asy-Syafi’i.”
B. KEDUDUKAN AHLUL BAIT DALAM ISLAM
a. Rasulullah mewasiatkan kepada umatnya untuk memuliakan ahlul Bait-nya
Ahlul bait Nabi memiliki kedudukan tersendiri dalam Islam dan memiliki hak-hak yang lebih daripada kaum muslimin umumnya. Ini semua dikarenakan kekerabatan mereka dengan Rasulullah . Memuliakan mereka termasuk memuliakan Rasulullah , sedangkan menyakiti mereka termasuk menyakiti Rasulullah . Karena pentingnya hal ini maka Nabi tidak lupa berwasiat kepada umatnya agar menjaga Ahlul bait-nya.
Rosululloh saw bersabda “…Dan Ahlul bait-ku. Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlul bait-ku, Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlul bait-ku, Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlul bait-ku….” (HR. Muslim)
b. Wajib Bagi Umatnya Mencintai Dan Memuliakan Mereka
Rosululloh saw bersabda, “Demi Allah Yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah keimanan masuk dalam hati seseorang hingga ia mencintai kalian karena Allah dan Rasul-Nya.” Kemudian beliau juga bersabda, “Wahai sekalian manusia, barangsiapa menyakiti pamanku maka ia telah menyakitiku, karena sesungguhnya paman seseorang itu seperti ayahnya sendiri.” (HR. Tirmidzi dan ia berkata, Hadits hasan shahih)
Hadits tersebut menegaskan bahwa tidaklah beriman seseorang dengan keimanan yang sempurna hingga ia mencintai keluarga Nabi karena dua hal:
Pertama: Mendekatkan diri kepada Allah dengan mencintai mereka dikarenakan mereka adalah para kekasih Allah.
Kedua: Karena mereka adalah kerabat Rasulullah , sehingga dengan mencintai mereka akan mem-buat ridha Rasulullah dan memuliakan beliau.
c. Ahlul bait memiliki Kemuliaan Dalam nasab mereka
Tentang kemuliaan nasab Bani Hasyim, telah diriwayatkan sebuah hadits yang shahih. Dari Watsilah bin al-Asqa’ ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda:
« إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِى هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِى مِنْ بَنِى هَاشِمٍ ».
“Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari anak keturunan Isma’il dan memilih Quraisy dari keturunan Kinanah serta memilih Bani Hasyim dari Quraisy lalu memilihku dari Bani Hasyim.” (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak ada nasab yang lebih mulia selain dari nasab Ahlul bait. Karena, mayoritas mereka adalah dari Bani Hasyim. Sedangkan Allah telah memilih Bani Hasyim dari sekalian suku.
Di antara keistemewaan yang Allah berikan kepada Ahlul bait Nabi adalah bahwa pertalian nasab mereka dengan Nabi tidak akan terputus pada hari kiamat, di saat mana semua nasab akan terputus ketika itu. Dalam sebuah haditsnya Rasulullah bersabda:
وَإِنَّ الأَنْسَابَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَنْقَطِعُ غَيْرَ نَسَبِي وَسَبَبِي وَصِهْرِي
“Dan sesungguhnya nasab itu pada hari kiamat akan terputus kecuali nasabku dan pertalian nikah serta perbesanan denganku.” (HR. Ahmad)
d. Shodaqoh Tidak Diperkenankan Untuk Mereka Dikarenakan Keluhuran Maqom Mereka
Allah telah mengkhususkan Ahlul bait dengan beberapa hukum syar’i seperti diharam-kannya zakat dan shodaqoh untuk mereka sebagai penghormatan bagi mereka. Kemudian sebagai gantinya, Allah mewajibkan disalurkannya sebagian ghanimah yang didapat dari jihad untuk mereka.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّ الْحَسَنَ بْنَ عَلِىٍّ أَخَذَ تَمْرَةً مِنْ تَمْرِ الصَّدَقَةِ ، فَجَعَلَهَا فِى فِيهِ ، فَقَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْفَارِسِيَّةِ « كَخٍ كَخٍ ، أَمَا تَعْرِفُ أَنَّا لاَ نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ »
Dari Abu Hurairah bahwasanya Hasan bin Ali mengambil sebuah kurma dari kurma shodaqoh lalu meletakkannya di mulutnya. Maka Nabi bersabda dengan ungkapan berbahasa Persia, “Kakh… kakh…, apakah engkau tidak tahu bahwa kita tidak memakan shodaqoh?” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kata ‘kakh… kakh…” dalam hadits tersebut –seperti dijelaskan oleh sebagian ulama- adalah suatu ungkapan yang maksudnya untuk mencegah anak kecil dari memakan sesuatu dan agar ia mengeluarkannya kembali dari mulutnya. Ini adalah dalil yang jelas tentang haramnya shodaqoh dan zakat atas Nabi dan para Kerabatnya.
e. Haramnya Menikahi Istri-Istri Rasulullah
Di antara kekhususan yang telah ditetapkan oleh Allah terhadap Ahlul bait Rasul-Nya adalah bahwa istri-istri beliau haram dinikahi oleh seorang pun di antara umatnya.
Allah berfirman:
"Tidak boleh kalian menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.” (QS. al-Ahzab: 53)
Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini:
وَلِهَذَا أَجْمَعَ العُلَمَاءُ قاَطِبَةً عَلَى أَنَّ مَنْ تُوُفِّيَ عَنْهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَزْوَاجِهِ أَنَّهُ يَحْرُمُ عَلىَ غَيْرِهِ تَزْوِيْجُهَا مِنْ بَعْدِهِ؛ لأَنَّهُنَّ أَزْوَاجُهُ فِي الدُّنْياَ وَالآخِرَةِ وَأُمَّهاَتُ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Oleh karena itu, seluruh ulama telah bersepakat-bulat (ijma’) bahwa para istri Rasulullah yang ditinggal wafat oleh beliau haram untuk dinikahi oleh siapapun sepeninggal beliau. Karena, mereka itu adalah para istri beliau di dunia dan di akhirat serta para ibunda orang-orang yang beriman.”
Hikmah dari diharamkannya menikahi isri-istri Rasulullah adalah karena seorang wanita muslimah kelak di surga akan bersama suaminya yang terakhir.
Isteri- isteri Rasulullah saw :
1. Khadijah binti Khuwailid r.a.
2. Saudah binti Zum'ah r.a.
3. Aisyah binti Abu Bakar r.a.
4. Hafsah binti Umar Al-Khattab r.a.
5. Zainab bin Jahsyin r.a.
6. Zainab binti Khuzaimah r.a.
7. Ummu Salamah (Hindon binti Abi Umaiyah) r.a.
8. Ummu Habibah (Ramlah binti Abi Sufyan) r.a.
9. Juwairiyah binti Al-Harith r.a.
10. Maimunah binti Al-Harits-
11. Safiah binti Huyai bin Ahtab r.a.
12. Mariyah Al-Qibtiyah
C. KEWAJIBAN UMAT TERHADAP AHLUL BAIT
a. Mencintai ahlul bait semuanya dan tidak membeda-bedakan atau membatasi tanpa alasan yang benar. Sebagaimana orang-orang syiah membatasi ahlul bait sebatas keluarga Ali bin Abi Thalib saja.
b. Menjunjung tinggi ahlul bait dan tidak mengkafirkan atau mencelanya.
c. Menjaga lisan dari menuduhnya berbuat keji. Sebagaimana orang munafik yang menuduh Aisyah telah berzina. Atau sebagaimana yang yang dikatakan orang syiah bahwa Aisyah adalah seorang yang kafir. Naudzubillhi min dzalik.
d. Menjauhi bersikap ghuluw terhadap ahlul bait. Seperti menganggap mereka ma’sum atau bahkan menuhankannnya.
e. Membelanya dari orang-orang yang benci ketika merendahkan, melecehkan atau bahkan mengkafirkannya.
D. HUBUNGAN ANTARA SAHABAT NABI DENGAN AHLUL BAIT
Hubungan antara para sahabat dan Ahlul bait Nabi tetap berjalan harmonis setelah wafatnya Rasulullah dan kekhilafahan dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq. Sebuah fakta historis menyatakan bahwa bahwa Ali senantiasa shalat berjama’ah di belakang Abu Bakar setelah wafatnya Nabi dan pada suatu hari selepas shalat Asar mereka berdua berjalan bersama lalu melewati Hasan bin Ali yang ketika itu sedang bermain bersama rekan-rekan kecilnya, maka Abu Bakar mengangkat Hasan dan menggendongnya.
Bukhari meriwayatkan dari Uqbah bin Harits yang berkata:
صَلَّى أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ الْعَصْرَ ، ثُمَّ خَرَجَ يَمْشِى فَرَأَى الْحَسَنَ يَلْعَبُ مَعَ الصِّبْيَانِ ، فَحَمَلَهُ عَلَى عَاتِقِهِ وَقَالَ بِأَبِى شَبِيهٌ بِالنَّبِىِّ لاَ شَبِيهٌ بِعَلِىٍّ، وَعَلِىٌّ يَضْحَكُ
“Abu Bakar shalat Asar kemudian keluar berjalan lalu melihat Hasan yang sedang bermain-main bersama anak-anak kecil, maka ia mengangkatnya ke pundaknya seraya berkata, ‘Ayahku menjadi tebusannya, ia mirip Nabi, bukan mirip Ali,” sementara Ali tertawa.” (HR. Bukhari)
Dalam Musnad Imam Ahmad, dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi beberapa malam setelah wafatnya Rasulullah . Uqbah bin Harits berkata:
خَرَجْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ بَعْدَ وَفَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلَيَالٍ وَعَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَام يَمْشِي إِلَى جَنْبِهِ فَمَرَّ بِحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ يَلْعَبُ مَعَ غِلْمَانٍ فَاحْتَمَلَهُ عَلَى رَقَبَتِهِ وَهُوَ يَقُولُ وَا بِأَبِي شَبَهُ النَّبِيِّ لَيْسَ شَبِيهًا بِعَلِيِّ قَالَ وَعَلِيٌّ يَضْحَكُ
“Aku keluar bersama Abu Bakar selepas shalat Asar beberapa malam setelah wafatnya Nabi , sementara Ali alaihis salam berjalan di sampingnya. Lalu Abu Bakar lewat di samping Hasan bin Ali yang sedang bermain dengan teman-teman kecilnya, maka Abu Bakar mengangkatnya di atas lehernya seraya berkata, ‘Ayahku menjadi tebusannya, ia mirip Nabi, bukan mirip Ali,’ sementara Ali tertawa.” (HR. Ahmad)
Fakta ini menunjukkan bahwa Ali bin Abi Thalib tidaklah memisahkan diri dari jama’ah para sahabat, bahkan ia senantiasa shalat berjama’ah bersama mereka dan tetap bersahabat dengan Abu Bakar ash-Shiddiq .
Ahlul bait Nabi adalah mereka yang haram menerima zakat dan shodaqoh yaitu keturunan Rasulullah , para istri beliau, dan semua muslim serta muslimah dari keturunan ‘Abdul Muththalib yakni mereka semua dari Bani Hasyim.
Oleh karena itu dari pengertian diatas, Ahlul bait mencakup
1. Istri-istri nabi saw.
2. Anak-anak nabi saw dan keturunannya.
3. Keluarga Ali bin Abi Thalib.
4. Keluarga Ja’far bin Abi Thalib.
5. Keluarga ‘Aqil bin Abi Thalib.
6. Keluarga‘Abbas bin ‘Abdul Muthalib.
Al-‘Allamah Ibnu Qayyim al-jauziyah berkata dalam kitabnya, Jala’ al-Afham:
وهذا القول في الآل أعني أنهم الذين تحرم عليهم الصدقة هو منصوص الشافعي وأحمد والأكثرين وهو اختيار جمهور أصحاب أحمد والشافعي
“Dan pendapat tentang Ahlul Bait ini, yakni bahwa mereka adalah yang haram menerima shodaqoh, itulah yang dinyatakan oleh asy-Syafi’i, Ahmad dan mayoritas ulama’. Dan ia adalah pendapat yang dipilih oleh jumhur murid-murid Ahmad dan asy-Syafi’i.”
B. KEDUDUKAN AHLUL BAIT DALAM ISLAM
a. Rasulullah mewasiatkan kepada umatnya untuk memuliakan ahlul Bait-nya
Ahlul bait Nabi memiliki kedudukan tersendiri dalam Islam dan memiliki hak-hak yang lebih daripada kaum muslimin umumnya. Ini semua dikarenakan kekerabatan mereka dengan Rasulullah . Memuliakan mereka termasuk memuliakan Rasulullah , sedangkan menyakiti mereka termasuk menyakiti Rasulullah . Karena pentingnya hal ini maka Nabi tidak lupa berwasiat kepada umatnya agar menjaga Ahlul bait-nya.
Rosululloh saw bersabda “…Dan Ahlul bait-ku. Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlul bait-ku, Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlul bait-ku, Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlul bait-ku….” (HR. Muslim)
b. Wajib Bagi Umatnya Mencintai Dan Memuliakan Mereka
Rosululloh saw bersabda, “Demi Allah Yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah keimanan masuk dalam hati seseorang hingga ia mencintai kalian karena Allah dan Rasul-Nya.” Kemudian beliau juga bersabda, “Wahai sekalian manusia, barangsiapa menyakiti pamanku maka ia telah menyakitiku, karena sesungguhnya paman seseorang itu seperti ayahnya sendiri.” (HR. Tirmidzi dan ia berkata, Hadits hasan shahih)
Hadits tersebut menegaskan bahwa tidaklah beriman seseorang dengan keimanan yang sempurna hingga ia mencintai keluarga Nabi karena dua hal:
Pertama: Mendekatkan diri kepada Allah dengan mencintai mereka dikarenakan mereka adalah para kekasih Allah.
Kedua: Karena mereka adalah kerabat Rasulullah , sehingga dengan mencintai mereka akan mem-buat ridha Rasulullah dan memuliakan beliau.
c. Ahlul bait memiliki Kemuliaan Dalam nasab mereka
Tentang kemuliaan nasab Bani Hasyim, telah diriwayatkan sebuah hadits yang shahih. Dari Watsilah bin al-Asqa’ ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda:
« إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِى هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِى مِنْ بَنِى هَاشِمٍ ».
“Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari anak keturunan Isma’il dan memilih Quraisy dari keturunan Kinanah serta memilih Bani Hasyim dari Quraisy lalu memilihku dari Bani Hasyim.” (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak ada nasab yang lebih mulia selain dari nasab Ahlul bait. Karena, mayoritas mereka adalah dari Bani Hasyim. Sedangkan Allah telah memilih Bani Hasyim dari sekalian suku.
Di antara keistemewaan yang Allah berikan kepada Ahlul bait Nabi adalah bahwa pertalian nasab mereka dengan Nabi tidak akan terputus pada hari kiamat, di saat mana semua nasab akan terputus ketika itu. Dalam sebuah haditsnya Rasulullah bersabda:
وَإِنَّ الأَنْسَابَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَنْقَطِعُ غَيْرَ نَسَبِي وَسَبَبِي وَصِهْرِي
“Dan sesungguhnya nasab itu pada hari kiamat akan terputus kecuali nasabku dan pertalian nikah serta perbesanan denganku.” (HR. Ahmad)
d. Shodaqoh Tidak Diperkenankan Untuk Mereka Dikarenakan Keluhuran Maqom Mereka
Allah telah mengkhususkan Ahlul bait dengan beberapa hukum syar’i seperti diharam-kannya zakat dan shodaqoh untuk mereka sebagai penghormatan bagi mereka. Kemudian sebagai gantinya, Allah mewajibkan disalurkannya sebagian ghanimah yang didapat dari jihad untuk mereka.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّ الْحَسَنَ بْنَ عَلِىٍّ أَخَذَ تَمْرَةً مِنْ تَمْرِ الصَّدَقَةِ ، فَجَعَلَهَا فِى فِيهِ ، فَقَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْفَارِسِيَّةِ « كَخٍ كَخٍ ، أَمَا تَعْرِفُ أَنَّا لاَ نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ »
Dari Abu Hurairah bahwasanya Hasan bin Ali mengambil sebuah kurma dari kurma shodaqoh lalu meletakkannya di mulutnya. Maka Nabi bersabda dengan ungkapan berbahasa Persia, “Kakh… kakh…, apakah engkau tidak tahu bahwa kita tidak memakan shodaqoh?” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kata ‘kakh… kakh…” dalam hadits tersebut –seperti dijelaskan oleh sebagian ulama- adalah suatu ungkapan yang maksudnya untuk mencegah anak kecil dari memakan sesuatu dan agar ia mengeluarkannya kembali dari mulutnya. Ini adalah dalil yang jelas tentang haramnya shodaqoh dan zakat atas Nabi dan para Kerabatnya.
e. Haramnya Menikahi Istri-Istri Rasulullah
Di antara kekhususan yang telah ditetapkan oleh Allah terhadap Ahlul bait Rasul-Nya adalah bahwa istri-istri beliau haram dinikahi oleh seorang pun di antara umatnya.
Allah berfirman:
"Tidak boleh kalian menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.” (QS. al-Ahzab: 53)
Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini:
وَلِهَذَا أَجْمَعَ العُلَمَاءُ قاَطِبَةً عَلَى أَنَّ مَنْ تُوُفِّيَ عَنْهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَزْوَاجِهِ أَنَّهُ يَحْرُمُ عَلىَ غَيْرِهِ تَزْوِيْجُهَا مِنْ بَعْدِهِ؛ لأَنَّهُنَّ أَزْوَاجُهُ فِي الدُّنْياَ وَالآخِرَةِ وَأُمَّهاَتُ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Oleh karena itu, seluruh ulama telah bersepakat-bulat (ijma’) bahwa para istri Rasulullah yang ditinggal wafat oleh beliau haram untuk dinikahi oleh siapapun sepeninggal beliau. Karena, mereka itu adalah para istri beliau di dunia dan di akhirat serta para ibunda orang-orang yang beriman.”
Hikmah dari diharamkannya menikahi isri-istri Rasulullah adalah karena seorang wanita muslimah kelak di surga akan bersama suaminya yang terakhir.
Isteri- isteri Rasulullah saw :
1. Khadijah binti Khuwailid r.a.
2. Saudah binti Zum'ah r.a.
3. Aisyah binti Abu Bakar r.a.
4. Hafsah binti Umar Al-Khattab r.a.
5. Zainab bin Jahsyin r.a.
6. Zainab binti Khuzaimah r.a.
7. Ummu Salamah (Hindon binti Abi Umaiyah) r.a.
8. Ummu Habibah (Ramlah binti Abi Sufyan) r.a.
9. Juwairiyah binti Al-Harith r.a.
10. Maimunah binti Al-Harits-
11. Safiah binti Huyai bin Ahtab r.a.
12. Mariyah Al-Qibtiyah
C. KEWAJIBAN UMAT TERHADAP AHLUL BAIT
a. Mencintai ahlul bait semuanya dan tidak membeda-bedakan atau membatasi tanpa alasan yang benar. Sebagaimana orang-orang syiah membatasi ahlul bait sebatas keluarga Ali bin Abi Thalib saja.
b. Menjunjung tinggi ahlul bait dan tidak mengkafirkan atau mencelanya.
c. Menjaga lisan dari menuduhnya berbuat keji. Sebagaimana orang munafik yang menuduh Aisyah telah berzina. Atau sebagaimana yang yang dikatakan orang syiah bahwa Aisyah adalah seorang yang kafir. Naudzubillhi min dzalik.
d. Menjauhi bersikap ghuluw terhadap ahlul bait. Seperti menganggap mereka ma’sum atau bahkan menuhankannnya.
e. Membelanya dari orang-orang yang benci ketika merendahkan, melecehkan atau bahkan mengkafirkannya.
D. HUBUNGAN ANTARA SAHABAT NABI DENGAN AHLUL BAIT
Hubungan antara para sahabat dan Ahlul bait Nabi tetap berjalan harmonis setelah wafatnya Rasulullah dan kekhilafahan dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq. Sebuah fakta historis menyatakan bahwa bahwa Ali senantiasa shalat berjama’ah di belakang Abu Bakar setelah wafatnya Nabi dan pada suatu hari selepas shalat Asar mereka berdua berjalan bersama lalu melewati Hasan bin Ali yang ketika itu sedang bermain bersama rekan-rekan kecilnya, maka Abu Bakar mengangkat Hasan dan menggendongnya.
Bukhari meriwayatkan dari Uqbah bin Harits yang berkata:
صَلَّى أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ الْعَصْرَ ، ثُمَّ خَرَجَ يَمْشِى فَرَأَى الْحَسَنَ يَلْعَبُ مَعَ الصِّبْيَانِ ، فَحَمَلَهُ عَلَى عَاتِقِهِ وَقَالَ بِأَبِى شَبِيهٌ بِالنَّبِىِّ لاَ شَبِيهٌ بِعَلِىٍّ، وَعَلِىٌّ يَضْحَكُ
“Abu Bakar shalat Asar kemudian keluar berjalan lalu melihat Hasan yang sedang bermain-main bersama anak-anak kecil, maka ia mengangkatnya ke pundaknya seraya berkata, ‘Ayahku menjadi tebusannya, ia mirip Nabi, bukan mirip Ali,” sementara Ali tertawa.” (HR. Bukhari)
Dalam Musnad Imam Ahmad, dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi beberapa malam setelah wafatnya Rasulullah . Uqbah bin Harits berkata:
خَرَجْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ بَعْدَ وَفَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلَيَالٍ وَعَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَام يَمْشِي إِلَى جَنْبِهِ فَمَرَّ بِحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ يَلْعَبُ مَعَ غِلْمَانٍ فَاحْتَمَلَهُ عَلَى رَقَبَتِهِ وَهُوَ يَقُولُ وَا بِأَبِي شَبَهُ النَّبِيِّ لَيْسَ شَبِيهًا بِعَلِيِّ قَالَ وَعَلِيٌّ يَضْحَكُ
“Aku keluar bersama Abu Bakar selepas shalat Asar beberapa malam setelah wafatnya Nabi , sementara Ali alaihis salam berjalan di sampingnya. Lalu Abu Bakar lewat di samping Hasan bin Ali yang sedang bermain dengan teman-teman kecilnya, maka Abu Bakar mengangkatnya di atas lehernya seraya berkata, ‘Ayahku menjadi tebusannya, ia mirip Nabi, bukan mirip Ali,’ sementara Ali tertawa.” (HR. Ahmad)
Fakta ini menunjukkan bahwa Ali bin Abi Thalib tidaklah memisahkan diri dari jama’ah para sahabat, bahkan ia senantiasa shalat berjama’ah bersama mereka dan tetap bersahabat dengan Abu Bakar ash-Shiddiq .
DZIKIR PAGI DAN PETANG
WAKTU MEMBACA DZIKIR PAGI DAN PETANG
Berkata Imam Ibnu al Qoyyim al Jauziyyah rhm, “Bahwasanya waktu membaca wirid pagi dan petang yaitu di awal pagi dan menjelang petang hari, kedua hal itulah yang dinamakan dua sisi malam dan siang.”
Adapun awal pagi adalah waktu dari terbitnya fajar sampai munculnya matahari (waktu dhuha) dan adapun akhir hari yaitu waktu setelah sholat asar sampai terbenamnya matahari.
BACAAN DZIKIR PAGI DAN PETANG
Di bawah ini adalah kumpulan dzikir pagi dan petang berdasarkan dalil-dalil yang shohih dari Nabi .
1. Membaca ayat Kursi (QS. al-Baqarah [2]: 255). (Barangsiapa yang membacanya di pagi hari, maka akan dipelihara dari dari godaan jin hingga sore hari. Dan yang membacanya di sore hari, maka ia akan dipelihara dari gangguan jin hingga pagi hari. ) (HR. an-Nasa’i, al-Hakim dan ath-Thabrani)
2. Membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas, masing-masing sebanyak 3 X. Siapa yang membacanya di pagi dan sore hari, maka itu sudah mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
3. Dan membaca do’a-do’a berikut:
(( أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ ))
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Alloh, segala puji bagi Alloh. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Alloh Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Wahai Robbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di pagi hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pagi hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Robbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Robbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan kubur.” (HR. Muslim)
Sebagai ganti dua doa yang bergaris bawah, pada sore hari membaca:
(( أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ ))
“Kami berada di sore hari ini, segala kerajaan tetaplah milik Alloh.”
4. Kemudian membaca.
(( رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا ))
“Wahai Robbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di petang hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan petang hari ini dan kejahatan sesudahnya.”
5. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ ))
“Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu pula kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan hanya kepada-Mu kebangkitan ( semua makhluk).” (HR. at-Tirmidzi)
Bila sore hari membaca:
(( اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ))
“Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu pula kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan hanya kepada-Mu akan kembali (semua makhluk).”
6. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ ))
“Ya Alloh, Engkau adalah Robbku, tidak ada ila yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Siapa yang membacanya dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia masuk Surga.Dan demikian juga ketika dibaca pagi hari.
Doa ini sering pula disebut sebagai sayyid al-istighfār, yaitu penghulu doa yang diperuntukan untuk memohon ampunan. (HR. al-Bukhari)
7. Kemudian membaca.
((اللهم إني أصبحت أشهدك وأشهد حملة عرشك وملائكتك وجميع خلقك أنك أنت الله لا إله إلا أنت وحدك لا شريك لك وأن محمدا عبدك ورسولك))
“Ya Alloh, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, Malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, Malaikat-Malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya engkau adalah Alloh. Tidak ada Ilah yang berhak di ibadahi dengan benar selain Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (dibaca 4x)(HR. abu Dawud dan an Nasa’i)
Bila sore membaca.
((اللهم إني أمسيت...))
“Ya Alloh, sesungguhnya aku di waktu pagi ini…”
8. Kemudian membaca.
((اللهم ما أصبح بي من نعمة أو بأحد من خلقك فمنك وحدك لا شريك لك فلك الحمد ولك الشكر))
“Ya Alloh, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di pagi ini adalah dari-Mu semata, tidak ada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur(dari seluruh makhluk-Mu)(HR.Abu Dawud dan Nasa’i)
Bila sore membaca.
((اللهم ما أصبح بي من نعمة أو بأحد من خلقك...))
“Ya Alloh, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di pagi ini…”
9. Kemudian membaca
اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِ يْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Alloh berilah kesehatan pada badanku,Ya Alloh berilah kesehatan pada pendengaranku, Ya Alloh berilah kesehatan pada penglihatanku. Tiada Ilah(sesembahan) yang hak kecuali Engkau. Ya Alloh, Aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tiada Ilah(sesembahan) yang hak kecuali Engkau.”
Dibaca 3x ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud , Ahmad dan Ibnus Sunni)
10. Kemudian membaca.
حسبي الله لا إله إلا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم .
“ Alloh-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia, kepada-Nya aku bertawakal. Dia-lah Robb (yang menguasai) ‘Arsy yang agung.”
(Di baca 7x ) (HR.Ibnu Sunni dan Abu Dawud)
11. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ. اللهم استر عوراتي وآمن روعاتي .اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ ))
“Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Alloh, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkanlah aku dari rasa takut. Ya Alloh, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau bumi terbelah yang membuat aku jatuh dan lain-lain).” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
12. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ ))
“Ya Alloh, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Robb pencipta langit dan bumi, Robb segala sesuatu dan Yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang hak kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan bala tentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang Muslim.” (HR at-Tirmidzi dan Abu Dawud)
13. Kemudian membaca.
(( بِسْمِ اللهِ الذي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ))
“Dengan nama Alloh yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 kali)
Siapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya. (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
14. Kemudian membaca.
(( رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا ))
“Aku rela Alloh sebagai Robb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi (yang diutus oleh Alloh).” (Dibaca 3 X)
Siapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka hak Alloh untuk memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat kelak. (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnus Sunni)
15. Kemudian membaca
(( يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ ))
“Wahai Dzat Yang Maha Hidup, wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan-Mu).” (HR. al-Hakim dan adz-Dzahabi)
16. Kemudian membaca.
))أصبحنا وأصبح الملك لله رب العالمين اللهم إني أسألك خير هذا اليوم : فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر مافيه وشر مابعده((
“Kami memasuki waktu pagi, sedang kerajaan hanya milik Alloh, Robb seluruh alam sekalian. Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar memperoleh kebaikan, pembuka(rahmat),pertolongan,cahaya,berkah, dan petunjuk di hari ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.(HR.Abu Dawud)
Bila sore membaca.
((أمسينا وأمس الملك لله رب العالمين اللهم إني أسألك خير هذه الليلة : فتحها ونصرها ونورها وبركتها وهداها وأعوذ بك من شر مافيها وشر مابعدها))
“Kami memasuki waktu sore , sedang kerajaan hanya milik Alloh, Robb seluruh alam sekalian. Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar memperoleh kebaikan, pembuka(rahmat),pertolongan,cahaya,berkah, dan petunjuk di malam ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.(HR.Abu Dawud)
17. Kemudian membaca.
(( أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ))
“Di waktu pagi kami berkomitmen kepada Islam, kalimat ikhlash, agama Nabi kita Muhammad , dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, sebagai Muslim dan ia tidak tergolong orang-orang musyrik.” (HR. Ahmad dan Ibnu as-Sunni)
Bila sore hari membaca:
(( أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ... ))
“Di sore hari kami berkomitmen kepada Islam....”
18. Kemudian membaca:
(( سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ ))
“Maha Suci Alloh, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 X) (HR. Muslim)
19. Kemudian membaca.
(( لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ ))
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10 X, atau cukup 1 X dalam keadaan malas)
Siapa membacanya 100 X di pagi dan sore hari, di hari kiamat nanti tidak ada orang lain mendapatkan pahala yang lebih banyak darinya (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)
20. Kemudian membaca.
(( سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ))
“Maha Suci Alloh, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arasy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3 X setiap pagi) (HR. Muslim)
21. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً ))
“Ya Alloh, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.” (Dibaca pagi hari) (HR. Ibnu Majah dan Ibnu as-Sunni)
22. Kemudian membaca.
(( أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ))
“Aku memohon ampun kepada Alloh dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100 X dalam sehari) (HR. al-Bukhari dan Muslim)
23. Kemudian membaca.
(( أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ))
“Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Alloh yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (Dibaca 3 X setiap sore hari)
Siapa membaca doa ini pada sore hari sebanyak 3 X, tidak berbahaya baginya sengatan (binatang berbisa) pada malam harinya. (HR. Ahmad, an-Nasa’i dan Ibnu as-Sunni)
24. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ صَلِّ على محمد وعلى آله وسلم ))
“Ya Alloh, limpahkanlah shalawat dan salam sejahtera kepada Nabi kami Muhammad.”
Siapa bershalawat kepada beliau 10 X pada pagi hari, dan 10 X pada sore hari, maka ia akan mendapatkan syafaat beliau pada hari Kiamat nanti. (Dibaca 10 X) (HR. ath-Thabrani)
Bacaan dzikir pagi dan petang di atas merupakan bacaan dzikir dari dalil-dalil yang shohih dan diajarkan Rosululloh kepada umatnya. Selain sebagai amalan sunah, dzikir tersebut adalah benteng bagi setiap pribadi muslim dari ganguan kejahatan setan dan jin baik berupa sihir maupun guna-guna. Semoga kita bisa mengamalkannya.
Berkata Imam Ibnu al Qoyyim al Jauziyyah rhm, “Bahwasanya waktu membaca wirid pagi dan petang yaitu di awal pagi dan menjelang petang hari, kedua hal itulah yang dinamakan dua sisi malam dan siang.”
Adapun awal pagi adalah waktu dari terbitnya fajar sampai munculnya matahari (waktu dhuha) dan adapun akhir hari yaitu waktu setelah sholat asar sampai terbenamnya matahari.
BACAAN DZIKIR PAGI DAN PETANG
Di bawah ini adalah kumpulan dzikir pagi dan petang berdasarkan dalil-dalil yang shohih dari Nabi .
1. Membaca ayat Kursi (QS. al-Baqarah [2]: 255). (Barangsiapa yang membacanya di pagi hari, maka akan dipelihara dari dari godaan jin hingga sore hari. Dan yang membacanya di sore hari, maka ia akan dipelihara dari gangguan jin hingga pagi hari. ) (HR. an-Nasa’i, al-Hakim dan ath-Thabrani)
2. Membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas, masing-masing sebanyak 3 X. Siapa yang membacanya di pagi dan sore hari, maka itu sudah mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
3. Dan membaca do’a-do’a berikut:
(( أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ ))
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Alloh, segala puji bagi Alloh. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Alloh Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Wahai Robbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di pagi hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pagi hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Robbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Robbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan kubur.” (HR. Muslim)
Sebagai ganti dua doa yang bergaris bawah, pada sore hari membaca:
(( أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ ))
“Kami berada di sore hari ini, segala kerajaan tetaplah milik Alloh.”
4. Kemudian membaca.
(( رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا ))
“Wahai Robbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di petang hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan petang hari ini dan kejahatan sesudahnya.”
5. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ ))
“Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu pula kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan hanya kepada-Mu kebangkitan ( semua makhluk).” (HR. at-Tirmidzi)
Bila sore hari membaca:
(( اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ))
“Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu pula kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan hanya kepada-Mu akan kembali (semua makhluk).”
6. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ ))
“Ya Alloh, Engkau adalah Robbku, tidak ada ila yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Siapa yang membacanya dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia masuk Surga.Dan demikian juga ketika dibaca pagi hari.
Doa ini sering pula disebut sebagai sayyid al-istighfār, yaitu penghulu doa yang diperuntukan untuk memohon ampunan. (HR. al-Bukhari)
7. Kemudian membaca.
((اللهم إني أصبحت أشهدك وأشهد حملة عرشك وملائكتك وجميع خلقك أنك أنت الله لا إله إلا أنت وحدك لا شريك لك وأن محمدا عبدك ورسولك))
“Ya Alloh, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, Malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, Malaikat-Malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya engkau adalah Alloh. Tidak ada Ilah yang berhak di ibadahi dengan benar selain Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (dibaca 4x)(HR. abu Dawud dan an Nasa’i)
Bila sore membaca.
((اللهم إني أمسيت...))
“Ya Alloh, sesungguhnya aku di waktu pagi ini…”
8. Kemudian membaca.
((اللهم ما أصبح بي من نعمة أو بأحد من خلقك فمنك وحدك لا شريك لك فلك الحمد ولك الشكر))
“Ya Alloh, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di pagi ini adalah dari-Mu semata, tidak ada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur(dari seluruh makhluk-Mu)(HR.Abu Dawud dan Nasa’i)
Bila sore membaca.
((اللهم ما أصبح بي من نعمة أو بأحد من خلقك...))
“Ya Alloh, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di pagi ini…”
9. Kemudian membaca
اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِ يْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Alloh berilah kesehatan pada badanku,Ya Alloh berilah kesehatan pada pendengaranku, Ya Alloh berilah kesehatan pada penglihatanku. Tiada Ilah(sesembahan) yang hak kecuali Engkau. Ya Alloh, Aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tiada Ilah(sesembahan) yang hak kecuali Engkau.”
Dibaca 3x ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud , Ahmad dan Ibnus Sunni)
10. Kemudian membaca.
حسبي الله لا إله إلا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم .
“ Alloh-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia, kepada-Nya aku bertawakal. Dia-lah Robb (yang menguasai) ‘Arsy yang agung.”
(Di baca 7x ) (HR.Ibnu Sunni dan Abu Dawud)
11. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ. اللهم استر عوراتي وآمن روعاتي .اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ ))
“Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Alloh, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkanlah aku dari rasa takut. Ya Alloh, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau bumi terbelah yang membuat aku jatuh dan lain-lain).” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
12. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ ))
“Ya Alloh, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Robb pencipta langit dan bumi, Robb segala sesuatu dan Yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang hak kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan bala tentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang Muslim.” (HR at-Tirmidzi dan Abu Dawud)
13. Kemudian membaca.
(( بِسْمِ اللهِ الذي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ))
“Dengan nama Alloh yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 kali)
Siapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya. (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
14. Kemudian membaca.
(( رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا ))
“Aku rela Alloh sebagai Robb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi (yang diutus oleh Alloh).” (Dibaca 3 X)
Siapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka hak Alloh untuk memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat kelak. (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnus Sunni)
15. Kemudian membaca
(( يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ ))
“Wahai Dzat Yang Maha Hidup, wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan-Mu).” (HR. al-Hakim dan adz-Dzahabi)
16. Kemudian membaca.
))أصبحنا وأصبح الملك لله رب العالمين اللهم إني أسألك خير هذا اليوم : فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر مافيه وشر مابعده((
“Kami memasuki waktu pagi, sedang kerajaan hanya milik Alloh, Robb seluruh alam sekalian. Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar memperoleh kebaikan, pembuka(rahmat),pertolongan,cahaya,berkah, dan petunjuk di hari ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.(HR.Abu Dawud)
Bila sore membaca.
((أمسينا وأمس الملك لله رب العالمين اللهم إني أسألك خير هذه الليلة : فتحها ونصرها ونورها وبركتها وهداها وأعوذ بك من شر مافيها وشر مابعدها))
“Kami memasuki waktu sore , sedang kerajaan hanya milik Alloh, Robb seluruh alam sekalian. Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar memperoleh kebaikan, pembuka(rahmat),pertolongan,cahaya,berkah, dan petunjuk di malam ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.(HR.Abu Dawud)
17. Kemudian membaca.
(( أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ))
“Di waktu pagi kami berkomitmen kepada Islam, kalimat ikhlash, agama Nabi kita Muhammad , dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, sebagai Muslim dan ia tidak tergolong orang-orang musyrik.” (HR. Ahmad dan Ibnu as-Sunni)
Bila sore hari membaca:
(( أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ... ))
“Di sore hari kami berkomitmen kepada Islam....”
18. Kemudian membaca:
(( سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ ))
“Maha Suci Alloh, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 X) (HR. Muslim)
19. Kemudian membaca.
(( لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ ))
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10 X, atau cukup 1 X dalam keadaan malas)
Siapa membacanya 100 X di pagi dan sore hari, di hari kiamat nanti tidak ada orang lain mendapatkan pahala yang lebih banyak darinya (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)
20. Kemudian membaca.
(( سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ))
“Maha Suci Alloh, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arasy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3 X setiap pagi) (HR. Muslim)
21. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً ))
“Ya Alloh, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.” (Dibaca pagi hari) (HR. Ibnu Majah dan Ibnu as-Sunni)
22. Kemudian membaca.
(( أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ))
“Aku memohon ampun kepada Alloh dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100 X dalam sehari) (HR. al-Bukhari dan Muslim)
23. Kemudian membaca.
(( أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ))
“Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Alloh yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (Dibaca 3 X setiap sore hari)
Siapa membaca doa ini pada sore hari sebanyak 3 X, tidak berbahaya baginya sengatan (binatang berbisa) pada malam harinya. (HR. Ahmad, an-Nasa’i dan Ibnu as-Sunni)
24. Kemudian membaca.
(( اَللَّهُمَّ صَلِّ على محمد وعلى آله وسلم ))
“Ya Alloh, limpahkanlah shalawat dan salam sejahtera kepada Nabi kami Muhammad.”
Siapa bershalawat kepada beliau 10 X pada pagi hari, dan 10 X pada sore hari, maka ia akan mendapatkan syafaat beliau pada hari Kiamat nanti. (Dibaca 10 X) (HR. ath-Thabrani)
Bacaan dzikir pagi dan petang di atas merupakan bacaan dzikir dari dalil-dalil yang shohih dan diajarkan Rosululloh kepada umatnya. Selain sebagai amalan sunah, dzikir tersebut adalah benteng bagi setiap pribadi muslim dari ganguan kejahatan setan dan jin baik berupa sihir maupun guna-guna. Semoga kita bisa mengamalkannya.
Sayang…Mintalah Kepada Alloh!
Begitulah kalimat yang semestinya kita ucapkan ketika hendak mengajari anak kita berdoa kepada Alloh. Jika anak di besarkan dengan kasih-sayang maka akan tumbuh berkembang menjadi pribadi mulia dengan matang. Dan Jika anak diajarkan padanya hanya meminta pada Alloh, maka akan lahir jiwa muwahid dan pejuang.
SEJAK DINI AJARKAN ANAK KITA BERDOA DAN MEMINTA HANYA KEPADA ALLOH
Kalau kita pelajari siroh nabi saw maka akan kita dapati bahwa nabi saw sejak dini telah mengajarkan pada anak hanya meminta kepada Alloh.Pada suatu hari Ibnu Abbas rdhma berjalan dibelakang Rosululloh . Dalam satu riwayat ia dibonceng di belakang Rosululloh . Dalam setiap kesempatan nabi tak pernah lepas dari dzikir, dakwah, nasihat dan bimbingan kepada orang yang bersamanya. Pada momen yang baik tersebut Rosululloh memberikan nasihat kepada Ibnu ‘Abbas yang masih kecil dengan haditsnya yang sangat terkenal:
(( يَا غُلاَمَ إِنيِّ أُعَلِمُكَ كَلِمَاتٍ اِحْفَظِ اللهَ يَحَفْظكَ اِحْ فَظِ اللهَ تَجِدْهُ تِجَاهَكَ إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَاعْلَمُ أَنَّ الأُمَةَ لَوِ اجْتَمْعَتُ عَلََى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُُ لَكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوْاعَلىَ أَنْ يَضُرُوَكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضْرُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءِ قَدْ كَتَبَه اللهُ عَلَيْكَ رُفِعَتِ الأُقَلاَمُ وَجَفَتِ الصُحُفُ ))
“Wahai anak (kecil), saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Alloh, niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Alloh niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Alloh, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Alloh. Ketahuilah, sesungguhnya jika suatu umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Alloh tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Alloh tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.” (HR. at-Tirmidzi)
Satu poin besar dari kumpulan mutiara nasihat diatas adalah sabda nabi saw
(إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ)’apabila engkau meminta ,maka mintalah kepada Alloh’. Begitu agungnya nasihat nabi saw kepada ponakannya yang masih kecil. Memang Pendidikan tauhid sejak dini merupakan mahaj nabawi dalam mendidik anak secara islami. Dengan demikian fitroh anak akan terjaga dan mengakar kokoh di dalam dasar jiwa.
Di dalam hadits tersebut rosululloh mengajarkan implementasi tauhid yang paling dasar yaitu hanya meminta kepada Alloh dalam segala hal. Inilah yang harus kita ajarkan kepada anak didik kita. Kita harus tanamkan dalam-dalam bahwa hanya Alloh tempat meminta segala kebutuhan. Semua itu karena Allohlah pecipta segala sesuatu dan ditangannyalah segala manfaat dan karunia. Adapun makhluk maka dia hanya sebagai sebab dan perantara. Sedangkan penentu utama adalah Alloh swt. Jika Alloh berkendak memberi sesuatu pada hambaNya maka tidak ada satupun yang bisa menghalanginya. Begitu juga ketika Alloh menahan seseuatu maka tak ada satupun yang bisa memberinya meski segala seba ditempuh dan di lakukan.
Saudaraku tercinta…anak-anak kita harus faham akan hal ini. Begitu juga harus terbiasa meminta hanya kepada Alloh karena dialah dzat yang maha pemberi. Nasihat yang sangat agung tersebut hendaknya menjadi renungan bagi para orang tua dalam mendidik buah hatinya.
Kenalkan pada anak makna Asma’ul Husna
Orang tua harus menamkan kepada anaknya makna-makna asma’ul husna. Selain kita suruh mereka menghafalnya kita jelaskan pula makna dan kandungan nama tersebut kepada mereka. Seperti nama Alloh “Al Wahhab(Maha Pemberi),al Mannan(Maha Mengaruniai) , ar Rozzaq(Maha Pemberi Rizqi)dll. Dengan mengenalkan makna dan kandungan nama tersebut harapannya akan menguatkan benih tauhid yang telah bersemayam dalam jiwanya. Dengan demikian anakpun akan mengerti bahwa selain Alloh bukanlah tempat meminta dan berdoa. Jangan sampai mengajarkan anak meminta pada penghuni kubur sebagaimana yang dilakukan banyak orang saat mengajak anaknya ziaroh kubur. Begitu juga jangan mengajarkan meminta kepada para dukun saat anak sedang sakit dan hendak berobat. Kita harus tanamkan dalam-dalam bahwa hanya kepada Alloh tempat berdoa dan meminta segala kebutuhan.
Saudaraku…jangan sungkan-sungkan berkata pada buah hati kita misalnya, “sayang…klo adik pengen pinter,pengen di beliin baju baru,tas baru dll, jangan lupa ya berdoa meminta pada Alloh agar ayah/ibu di beri kemudahan membelikan permintaan adik”. Ungkapan tersebut memang sederhana. Namun anak akan belajar mengerti bahwa orang tua yang dia meminta kepadanya hanyalah sekedar wasilah dan bukan pemberi segalanya.
Waspadailah lingkungan dan acara Televisi
Lingkungan sering kali menjadi kendala besar dalam mendidik anak-anak kita. Hari ini sangat susah sekali mendapatkan lingkungan yang mendidik anak bertauhid dan berakhlaq mulia. Oleh karena itu selain selektif harus juga ada upaya islamisasi lingkungan sekitar kita. Jangan biarkan anak kita didik lingkungan yang tidak islami. Hal tersebut karena kita dan anak kita adalah bagian darinya. Lingkungan syirik akan mencetak generasi yang mendua saat berdoa pada sang pencipta. Begitu juga lingkungan yang bobrok akan menjadikan sensitivitas anak-anak kita lemah dalam menjalankan perintah Alloh.
Adapun berkaitan dengan televisi hari ini banyak sekali sinetron anak yang merusak fitroh dan aqidah tauhid anak. Banyak orang tua yang tidak sadar bahwa seringnya anak nomton kartun /film yang tidak mendidik akan berpengaruh bagi aqidah anak. Memang pengaruh tersebut tidak muncul secara langsung. Tapi minimal mindset anak cenderung berfikir bahwa selain Alloh ada kekuatan lain yang bisa menandinginya. Film Doraemon misalnya, kalau kita cermati Film tesebut mengajari anak berbuat syirik karena seringkali tokoh utamanya meminta hal-hal yang sebenarnya tidak bisa di lakukua kecuali Alloh. Begitu juga Kera sakti, Avatar, Dragon Ball dan semisalnya adalah tayangan sinetron anak yang mengajarkan praktek kesyrikan berupa penyembahan terhadap dewa-dewa. Orang tua harus jeli dan selektif dengan tayangan televisi terutama disaat liburan. Pastikan orang tua selalu melakukan controlling dengan tayangan anak. Sehingga aqidah anak kita benar-benar murni dari kesyirikan.
Memilih timing yang tepat.
Orang tua harus tahu kapan waktu yang tepat mengajarkan pada anaknya berdoa pada Alloh. Rosululloh saw pun senatiasa memilih waktu-waktu yang tepat ketika memberikan pengajaran. Inilah salah satu kunci rahasia kesuksesan pendidikan nabi saw.
Pada usia anak mencapai tujuh tahun di dalam islam seorang anak mulai diperintahkan menegakkak sholat. Karena pada fase perkembangan itulah seorang anak mulai menginjak usia tamyiz(fase dimana anak membedakan antara baik dan buruk). Tidak ada ajaran dalam agama apapun selain islam yang menganjurkan anak seusia tersebut untuk mulai berinteraksi dengan sang pencipta. Kalau kita renungkan ada rahasia besar di balik perintah pertama kali yang yang harus ditegakkan seorang anak adalah menjalankan sholat dan bukan bersyahadat. Semua itu karena fitroh mereka memang tauhid sehingga pertama kali yang diperintahkan adalah upaya penjagaan fitroh tauhid tersebut dengan sholat.
Disaat itulah kita ajarkan pada buah hati kita berdoa hanya kepada Alloh tempat meminta segala sesuatu. Kita bimbing sang anak untuk selalu berdoa setelah menjalankan sholat. Kita ajarkan doa-doa beserta adabnya. Kemudian kita ajak praktek langsung bermunajat kepada Alloh disamping kita. Disaat itulah kita bisikkan dengan penuh kelembutan kepada buah hati kita ” Sayang…Mintalah kepada Alloh!”
Semoga anak-anak kita kelak menjadi generasi robbani yang menjadi penerus perjuangan menegakkan kemurnian islam. Amiin.
SEJAK DINI AJARKAN ANAK KITA BERDOA DAN MEMINTA HANYA KEPADA ALLOH
Kalau kita pelajari siroh nabi saw maka akan kita dapati bahwa nabi saw sejak dini telah mengajarkan pada anak hanya meminta kepada Alloh.Pada suatu hari Ibnu Abbas rdhma berjalan dibelakang Rosululloh . Dalam satu riwayat ia dibonceng di belakang Rosululloh . Dalam setiap kesempatan nabi tak pernah lepas dari dzikir, dakwah, nasihat dan bimbingan kepada orang yang bersamanya. Pada momen yang baik tersebut Rosululloh memberikan nasihat kepada Ibnu ‘Abbas yang masih kecil dengan haditsnya yang sangat terkenal:
(( يَا غُلاَمَ إِنيِّ أُعَلِمُكَ كَلِمَاتٍ اِحْفَظِ اللهَ يَحَفْظكَ اِحْ فَظِ اللهَ تَجِدْهُ تِجَاهَكَ إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَاعْلَمُ أَنَّ الأُمَةَ لَوِ اجْتَمْعَتُ عَلََى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُُ لَكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوْاعَلىَ أَنْ يَضُرُوَكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضْرُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءِ قَدْ كَتَبَه اللهُ عَلَيْكَ رُفِعَتِ الأُقَلاَمُ وَجَفَتِ الصُحُفُ ))
“Wahai anak (kecil), saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Alloh, niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Alloh niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Alloh, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Alloh. Ketahuilah, sesungguhnya jika suatu umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Alloh tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Alloh tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.” (HR. at-Tirmidzi)
Satu poin besar dari kumpulan mutiara nasihat diatas adalah sabda nabi saw
(إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ)’apabila engkau meminta ,maka mintalah kepada Alloh’. Begitu agungnya nasihat nabi saw kepada ponakannya yang masih kecil. Memang Pendidikan tauhid sejak dini merupakan mahaj nabawi dalam mendidik anak secara islami. Dengan demikian fitroh anak akan terjaga dan mengakar kokoh di dalam dasar jiwa.
Di dalam hadits tersebut rosululloh mengajarkan implementasi tauhid yang paling dasar yaitu hanya meminta kepada Alloh dalam segala hal. Inilah yang harus kita ajarkan kepada anak didik kita. Kita harus tanamkan dalam-dalam bahwa hanya Alloh tempat meminta segala kebutuhan. Semua itu karena Allohlah pecipta segala sesuatu dan ditangannyalah segala manfaat dan karunia. Adapun makhluk maka dia hanya sebagai sebab dan perantara. Sedangkan penentu utama adalah Alloh swt. Jika Alloh berkendak memberi sesuatu pada hambaNya maka tidak ada satupun yang bisa menghalanginya. Begitu juga ketika Alloh menahan seseuatu maka tak ada satupun yang bisa memberinya meski segala seba ditempuh dan di lakukan.
Saudaraku tercinta…anak-anak kita harus faham akan hal ini. Begitu juga harus terbiasa meminta hanya kepada Alloh karena dialah dzat yang maha pemberi. Nasihat yang sangat agung tersebut hendaknya menjadi renungan bagi para orang tua dalam mendidik buah hatinya.
Kenalkan pada anak makna Asma’ul Husna
Orang tua harus menamkan kepada anaknya makna-makna asma’ul husna. Selain kita suruh mereka menghafalnya kita jelaskan pula makna dan kandungan nama tersebut kepada mereka. Seperti nama Alloh “Al Wahhab(Maha Pemberi),al Mannan(Maha Mengaruniai) , ar Rozzaq(Maha Pemberi Rizqi)dll. Dengan mengenalkan makna dan kandungan nama tersebut harapannya akan menguatkan benih tauhid yang telah bersemayam dalam jiwanya. Dengan demikian anakpun akan mengerti bahwa selain Alloh bukanlah tempat meminta dan berdoa. Jangan sampai mengajarkan anak meminta pada penghuni kubur sebagaimana yang dilakukan banyak orang saat mengajak anaknya ziaroh kubur. Begitu juga jangan mengajarkan meminta kepada para dukun saat anak sedang sakit dan hendak berobat. Kita harus tanamkan dalam-dalam bahwa hanya kepada Alloh tempat berdoa dan meminta segala kebutuhan.
Saudaraku…jangan sungkan-sungkan berkata pada buah hati kita misalnya, “sayang…klo adik pengen pinter,pengen di beliin baju baru,tas baru dll, jangan lupa ya berdoa meminta pada Alloh agar ayah/ibu di beri kemudahan membelikan permintaan adik”. Ungkapan tersebut memang sederhana. Namun anak akan belajar mengerti bahwa orang tua yang dia meminta kepadanya hanyalah sekedar wasilah dan bukan pemberi segalanya.
Waspadailah lingkungan dan acara Televisi
Lingkungan sering kali menjadi kendala besar dalam mendidik anak-anak kita. Hari ini sangat susah sekali mendapatkan lingkungan yang mendidik anak bertauhid dan berakhlaq mulia. Oleh karena itu selain selektif harus juga ada upaya islamisasi lingkungan sekitar kita. Jangan biarkan anak kita didik lingkungan yang tidak islami. Hal tersebut karena kita dan anak kita adalah bagian darinya. Lingkungan syirik akan mencetak generasi yang mendua saat berdoa pada sang pencipta. Begitu juga lingkungan yang bobrok akan menjadikan sensitivitas anak-anak kita lemah dalam menjalankan perintah Alloh.
Adapun berkaitan dengan televisi hari ini banyak sekali sinetron anak yang merusak fitroh dan aqidah tauhid anak. Banyak orang tua yang tidak sadar bahwa seringnya anak nomton kartun /film yang tidak mendidik akan berpengaruh bagi aqidah anak. Memang pengaruh tersebut tidak muncul secara langsung. Tapi minimal mindset anak cenderung berfikir bahwa selain Alloh ada kekuatan lain yang bisa menandinginya. Film Doraemon misalnya, kalau kita cermati Film tesebut mengajari anak berbuat syirik karena seringkali tokoh utamanya meminta hal-hal yang sebenarnya tidak bisa di lakukua kecuali Alloh. Begitu juga Kera sakti, Avatar, Dragon Ball dan semisalnya adalah tayangan sinetron anak yang mengajarkan praktek kesyrikan berupa penyembahan terhadap dewa-dewa. Orang tua harus jeli dan selektif dengan tayangan televisi terutama disaat liburan. Pastikan orang tua selalu melakukan controlling dengan tayangan anak. Sehingga aqidah anak kita benar-benar murni dari kesyirikan.
Memilih timing yang tepat.
Orang tua harus tahu kapan waktu yang tepat mengajarkan pada anaknya berdoa pada Alloh. Rosululloh saw pun senatiasa memilih waktu-waktu yang tepat ketika memberikan pengajaran. Inilah salah satu kunci rahasia kesuksesan pendidikan nabi saw.
Pada usia anak mencapai tujuh tahun di dalam islam seorang anak mulai diperintahkan menegakkak sholat. Karena pada fase perkembangan itulah seorang anak mulai menginjak usia tamyiz(fase dimana anak membedakan antara baik dan buruk). Tidak ada ajaran dalam agama apapun selain islam yang menganjurkan anak seusia tersebut untuk mulai berinteraksi dengan sang pencipta. Kalau kita renungkan ada rahasia besar di balik perintah pertama kali yang yang harus ditegakkan seorang anak adalah menjalankan sholat dan bukan bersyahadat. Semua itu karena fitroh mereka memang tauhid sehingga pertama kali yang diperintahkan adalah upaya penjagaan fitroh tauhid tersebut dengan sholat.
Disaat itulah kita ajarkan pada buah hati kita berdoa hanya kepada Alloh tempat meminta segala sesuatu. Kita bimbing sang anak untuk selalu berdoa setelah menjalankan sholat. Kita ajarkan doa-doa beserta adabnya. Kemudian kita ajak praktek langsung bermunajat kepada Alloh disamping kita. Disaat itulah kita bisikkan dengan penuh kelembutan kepada buah hati kita ” Sayang…Mintalah kepada Alloh!”
Semoga anak-anak kita kelak menjadi generasi robbani yang menjadi penerus perjuangan menegakkan kemurnian islam. Amiin.
NAFKAH ISTRI DALAM ISLAM
Satu hal yang harus benar-benar menghujam kuat pada diri seorang suami bahwa istri adalah amanah dari Alloh yang kelak akan dimintai pertanggung jwabkan di hadapan-Nya. Maka dari itu wajib baginya menjalankan apa-apa di wajibkan alloh atas dirinya. Dan Diantara kewajiban besar dalam din yang seringkali diremehkan para suami adalah memberi nafkah istri dengan layak. Banyak sekali dalil-dalil dari alqur’an ,hadits bahkan ijma’ tentang kewajiban memberi nafkah bagi istri. Insya alloh pada kesempatan akan kita bahas secara singkat tentang nafkah istri dalam perspektif islam.
Pengertian nafkah
إخراج الشخص مؤونة من تجب عليه نفقته من خبز وأدم، وكسوة، ومسكن، وما يتبع ذلك من ثمن ماء، ودهن ومصباح ونحو ذلك.
Nafkah adalah segala sesuatu yang harus di keluarkan seseorang kepada yang wajib di tanggungnya (baik istri maupun anak) baik berupa roti, lauk-pauk (bahan makanan pokok), pakaian, tempat tinggal dan segala hal yang menjadi kebutuhan hidup lainnya seperti biaya beli air,listrik dll .
Mayoritas ulama memasukkan kedalam nafkah seperti alat kebersihan dan wangi-wangian ke dalam pokok yang wajib dibiayai oleh suami, demikian pula alat keperluan tidur, seperti kasur dan batal sesuai dengan kebiasaan setempat. Bahkan bila istri tidak melakukan pelayanan dan selalu menggunakan pelayan, maka suami wajib menyediakan pelayan yang akan membantunya, walaupun hanya seorang .
Dalil dalil yang mewajibkan pemberian nafkah istri
A. Dalil dari al qur’an
Alloh swt berfirman di dalam al Qur’an
“Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka…”(QS.ath Tholaq: 6)
Imam ibnu katsir berkata dalam tafsirnya” Dalam ayat ini Alloh berfirman kepada para hambanya jika diantara mereka ada yang menceraikan istrinya hendaknya tidak ditinggal serta merta (selama dalam masa tunggu/iddah) namun memberikan tempat tinggal sehingga iddahnya habis.” Imam qotadah berkata dalam mengomentari ayat ini, ‘Jika engkau tidak mendapatkan tempat tinggal untuk istri yang telah dicerai kecuali tempat di samping rumahmu (kontrakan) maka bagimu menempatkan dia ditempattersebut .
Jika istri yang dicerai dan dalam masa iddah saja masih diwajibkan bagi suami memberikan nafkahnya berupa tempat tinggal maka lebih di wajibkan lagi bagi istri yang menjadi tanggungannya.
B. dalil dari hadits
Imam Ahmad dalam musnadnya menyebutkan sebuah hadits
" كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ "
“Cukuplah seorang di anggap berdosa ketika menyia-nyiakan siapa saja yang menjadi tanggungan nafkahnya.”(HR. Ahmad nmr 6495)
Begitu juga Imam al hakim mengeluarkan hadits di dalam kitab nikah hadits dari hakim bin Muawiyyah al Qusyairi dari ayahnya .
يا رسول الله : ما حق زوجة أحدنا عليه ؟ قال : أن يطعمها إذا طعم و يكسوها إذا اكتسى و لا يضرب الوجه و لا يقبح و لا يهجر إلا في البيت
“ Wahai Rosululloh saw apakah hak istri kita (atas suami)? Rosululloh saw menjawab: ‘Hendaklah memberinya makan jika meminta makan,kemudian memberinya pakaian jika meminta pakaian dan janganlah memukul di wajah,menjelek-jelekkannya serta tidak melakukan hajr (menjauhinya) kecuali di dalam rumah.”
C. dalil dari Ijma’
Ibnu Rusyd dalam kitab beliau Bidayatul Mujtahid tentang adanya kesepakatan di natara para ulama tentang wajibnya nafkah bagi istri.
وَاتَّفَقُوا عَلَى أَنَّ مِنْ حُقُوقِ الزَّوْجَةِ عَلَى الزَّوْجِ النَّفَقَةَ وَالْكِسْوَةَ لِقَوْلِهِ تَعَالَى : ( وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ )
Dan para ulama telah bersepakat bahwa diantara hak-hak istri atas suami adalah masalah pemberina nafkah dan pakaian. Dalilnya adalah firman Alloh ayat…
Selain itu Dr Wahbah al Zuhaili dalamkitab beliau fiqh islam wa adilatuhu juga menyebutkan ijma bahwa para ulama sepakat bahwa nafkah wajib bagi suami kepada istrinya jika dia telah berakal dan baligh dan telah digauli selama istri tersebut bukanlah pembangkan.
dari dalai al Qur’an, haduits dan ijma tersebut jelas sekali bahwa nafkah istri hukumnya wajib hanya saja terjadi perbedaan pendapat kapan di mulai waktu wajibnya nafkah tersebut? Imam malik mengatakan bahwa waktunya ketika istri telah digauli atau ketika sang suami mengajak istrinya untuk berhubungan ranjang dan kondisi istri layak untuk di gauli(bukan kecil/belum baligh) maka saat itulah nafkah diwajibkan bagi suami. Jika seandainya suami belum baligh(kecil) dan istri telah baligh (dewasa) maka tetap wajib bagi suami menafkahi istrinya. Namun jika keadaannya sebaiknya( suami dewasa dan istri mbelum baligh) diseni ada perbedaan di kalangan para ulama di dalam masalah ini. Begitu juga tetap wajib menafkai istri meskipun dia seorang yang kaya raya.
Mayoritas ulama sepakat pulabahwa nahkah yang wajib yaitu bagi istri yang taat bukan pembangkan(nasyiz). Adapun kadarnya tidak ada batasan tertentu. Artinya sesuai dengan yang wajar dalam adat masyarakatnya. Jumhur ulama berpendapat bahwa kewajiban nafkah bersifat tetap permanen. Bila dalam waktu tertentu suami tidak menjalankan kewajibannya, sedangkan dia berkmampuan untuk membayarnya, maka istri dibolehkan mengambil harta suaminya sebanyak kewajiban yang dipikulnya. Dasar dari pemikiran ini adalah hadi Nabi dari Aisyah sehubungan istri Abu Sofyan.
Macam-macam nafkah
Dalam islam nafkah yang di berikan oleh suami kepada istri tidak sekedar nafkah yang
Hal-hal yang menyebabkan gugurnya nafkah istri
Para ulama menyebutkan beberapa hal yang bisa menjadikan nafkah istri gugur atas suami. Diantara hal-hal tersebut adalah
1. Suami meninggal dunia.
Ketika suami meninggal dunia maka terputuslah kewajiban nafkah suami atas istri. Namun sang istri masih berhak tinggal dirumah suami (jika rumah tersebut miliksuami) hingga masa iddahnya habis 4 bulan 10 hari). Begitu juga sang istri berhak mendapatkan harta warisan dari suami sesuai dengan bagiannya.
2. Terjadi talak bain kubro(talak perpisahan)/ pisah suami istri karena perceraian.
Jika ternyata terjadi perceraian maka gugurlah kewajiban suami menafkahi istrinya. Karena status wanita tersebut bukan istrinya lagi namun perempuan asing yang tidak halal baginya kecuali telah dinikahi orang lain dan dicerai tanpa campur tangan suami yang pertama kemudian baru dia nikahi kembali. Jika talaknya masih talak roj’i(talak yang bisa ruju’ kembali)maka suami masih berkewajiban menafkahi istri selama dalam masa tungguwalaupun di larang menggaulinya.Karena pada saat itu status mereka masih suami istri.
3. Istri berbuat nusyuz
Nusyuz Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya, berbuat serong atau tidak mau patuh terhadap perintah suami dalam rangka ketaatan pada Alloh dll. Ketika kondisi istri seperti ini (naudzu billah) maka mayoritas ulama berpendapat gugurnya nafkah istri atas suami.
Ibnu Hazm al Andalusiy dalam al Muhalla menyebutkan pendapat ulama Zhahiriyah bahwa kewajiban nafkah yang tidak dibayarkan suami dalam masa tertentu karena ketidakmampuannya, tidak menjadi hutang suami. Hal ini mengandung arti kewajiban nafkah gugur disebabkan ia tidak mampu. Dalil yang digunakan oleh ulama ini adalah ayat al-Qur’an dimana Allohtidak membebankan hukum kepada orang yang tidak mampu memikulnya.
Hikmah Dari nafkah
Diantara hikmah terbesar dari nafkah adalah sebagai sarana meraih kebahagian hidup yang sakinah, mawaddah dan penuh rohmah. Tanpa adanya nafkah suami istri akan sulit mendayung bahtera rumah tangganya menuju tujuan yang di harapkan. Nafkah merupakan ladang bagi suami untuk bersedekah. Karena sebaik-baik sedekah seorang suami adalah sedekah yang di keluarkan untuk keluarganya.
Ketika seorang istri menyerahkan dirinya kepada seorang suami. Maka saat itu juga secara tanggungan nafkah dia berpindah dari orang tua kepada suaminya. Ketika terpenuhinya nafkah istri baik lahir maupun batin maka tujuan nikah yang di idamkan akan tercapai dengan izin Alloh.
Tak ada kata lelah dalam mencari nafkah
Lelah dan sangat lelah perjuangan seorang suami menncari nafkah yang halal bagi sang istri tercinta. Terkadang sang suami harus bermandikan peluh keringat setiap hari. Tidak jarang juga pulang malam basah kuyub kehujanan. Itulah perjuangan sang suami yangseharusnya para istri menghargai. Memang terkadang sedikit bahkan seringkali kurang. Tugas suami hanyalah mencari dan hasilnya di tangan Alloh. Jangan sekali mengatakan pada suami gak pecus kerja lantara hanya mendapat sedikit uang.Buang kata itu, sambutlah suami anda tatapan sejuk dan hangatnya senyuman. Tidak jadi soal rezqi sedikit yang penting halal dan disyukuri. Insya Alloh berkah rizqi tersebut.
Namun disitulah letak kemulian suami dan keutamaannya. Alloh berfirman
34. kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.
Jelas sekali ayat tersebut bahwa salah satu sebab laki-laki lebih utama dari wanita karena mereka menginfakkan hartanya pada mereka. Dan diantara infak yang paling utama adalah menanggung nafkah istrinya. Oleh karena itu sang istri harus memahami akan kewajiban ini. Jangan sampai ia menuntut nafkah di luar kesanggupan suaminya. Karena hal tersebut kedzaliman terhadap suami. Begitu juga bagi sang suami jangan sampai terlalu pelit member nafkahnya pada istri sehingga ia merasa kekurangan karena hal inijuga suatu kedzaliman. Sebaik –baik keadaan adalah sifat ibadurrohman yang bertengahan dalam membelanjakan harta.
SEJARAH PANJANG VIRUS SEKULARISME
Salah satu bid’ah terbesar zaman ini adalah faham sekularisme yang melanda kaum muslimin dalam memahami dienul Islam.Virus ganas ini ternyata berhasil mengamputasi agama dari kehidupan sosial masyarakat.Untuk lebih mendalami makna sekularisme marilah kita simak secara singkat sejarah panjang menyebarnya virus sekulerisme dalam tubuh umat islam.
Makna sekularisme
Secara etimologis Sekularisme berasal dari bahasa latin “saeculum” yang mempunyai arti dengan dua konotasi yaitu waktu dan lokasi: Waktu menunjuk kepada pengertian ”sekarang” atau ‘Kini”. Dan lokasi menunjuk kepada pengertian ‘dunia’ atau ‘duniawi’. Jadi ‘saecullum’ berarti ‘zaman ini’ atau ‘masa kini’, dan zaman ini atau masa kini menunjuk kepada peristiwa-peristiwa di dunia ini, dan itu juga bisa berarti ‘peristiwa-peristiwa masa kini’ .
Adapun secara terminologis sekularisasi di definisikan sebagai pembebasan manusia”pertama-tama dari agama dan kemudian metafisika yang mengatur nalar dan bahasannya . Namun secara sederhana, berbagai kamus mendefinisikan”sekularisme” sebagai paham yang memisahkan antara agama dengan Negara/kehidupan atau
(فصل الدين عن الحياة أو الدولة) . Dalam konteks definisi ini berarti segala urusan agama harus dipisahkan dengan segala urusan Negara. Dengan demikian menurut faham ini bahwa penyelenggaraan Negara tidak boleh dicampuri dengan urusan agama sedikitpun. Epistemologi inilah yang akhirnya menggelinding di berbagai Negara Islam bagai bola salju yang melahap setiap bidang kehidupan yang di laluinya. Bukan sekedar ruang lingkup pemerintahan negara saja, bahkan sampai pada sektor pendidikan ,ekonomi ,sospol dan hankam telah di serang virus sekulerisme.
SEJARAH KELAM SEKULARISME
Sekularisme lahir di tengah carut marut peradaban barat yang tenggelam dalam lumpur kejahiliyyahan. Pada abad pertengahan Eropa mengalami keterpurukan yang begitu dahsyat. Semua pakar sejarah mengakui dan menulis akan fakta tersebut. Doktrin-doktrin kepalsuan dari pihak gereja yang menyetir pemerintahan di jejalkan pada masyarakat. Semua diam dan membisu dengan doktrin busuk itu . Bahkan rezim yang berkuasa menjadi alat politik pihak gereja untuk melancarkan misi-misinya. Selama ratusan tahun kepalsuan tersebut mengakar kuat dalam masyarakat Eropa .
Tidak sekedar itu, berbagai riset sainspun tidak boleh bertentangan dengan kebijakan gereja. Jika hipotesis para ilmuwan bertentangan maka balasannya penyiksaan berat bahkan hukuman mati di mahkamah inkuisisi rezim gereja. Galileo galilei dan Giordano Bruno adalah tokoh zaman itu yang harus berhadapan dengan rezim bengis dan pembantai gereja Roma. Pada saat itu korban penganiayaan dari rezim pembantai tersebut mencapai 300.000 jiwa bahkan 32.000 diantaranya mati di bakar .
Masyarakat pada waktu itu di bagi dua golongan. Golongan borjuis atau parlente dan proletar atau rakyat jelata. Kaum borjuis hidup bersenang-senang dalam linangan darah kaum proletar.Dan kaum proletar adalah kaum tertindas yang menjadi budak para penyembah hawa nafsu dan syahwat.Tak ada sama sekali penghargaan terhadap wanita. Dalam pandangan mereka wanita adalah sebagai budak sex yang dicampakkan setelah layu ditelan zaman. maka berawal dari situ pula organisasi trans gender di barat sekarang menyerukan kebebasan semu terhadap wanita.
Dari kondisi yang mencekam itu muncullah gerakan ‘anti relegion’(anti agama) sebagai reaksi dari kebiadaban salibis yang selama ratusan tahun berkuasa. Gerakan perlawanan melepaskan hegemoni agama dari pemerintahan gereja itulah yang menjadi cikal bakal gerakan sekularisme di Eropa yang di usung oleh marthin luther, volter, De Kart dan para tokoh kafir lainnya.
Gelombang Sekularisme di dunia Islam
Gerakan sekulerisme yang dilatar belakangi doktrin kepalsuan agama tersebut akhirnya menjadi paham yang mengakar kuat di Negara barat. Sampai pada titik kulminasi kesimpulan bahwa kemajuan akan diraih dengan memisahkan agama dari segala bidang kehidupan. Doktrin-agama adalah indikator dan factor utama penghambat kemajuan peradaban barat. Oleh karena itu barat adalah Negara yang traumatik dengan agama. Hal tersebut karena memang mereka hidup ratusan tahun dalam kepalsuan agama.
Mungkin kita bertanya mengapa Gelombang sekularisme menghembas dunia Islam? Ada beberapa pintu gerbang sekularisme menjamah dunia Islam .
1. Kolonialisme.
Kolonialisme mempunyai andil besar dalam penyebaran sekularisme di Negara Islam. Karena setiap penjajah selalu mewariskan paham sesat kecuali Islam. Pihak yang kalah dan terjajh tentunya akan menjadi lahan tumbuhnya ideology sang penjajah. Tepat sekali apa yang di katakana ibnu Kholdun(1332-1406):” Al-Maghlub mula‘un abadan bi l-iqtida’ bi l-ghalib fi syi‘arihi wa ziyyihi wa milatihi wa sa’iri ahwalihi wa ‘awa’idihi) »
(Pihak yang kalah senantiasa cenderung meniru penakluknya, baik dalam slogan, cara berpakaian, beragama dan seluruh gaya serta adat istiadatnya).
2. Orientalisme
Orientalis ibarat sebuah studi kritis mempelajari seluk beluk Islam tapi bukan untuk meninggikan Islam namun menghancurkan Islam dari dalam. Para orientalis tidak jarang tinggal bertahun-ytahun di Negara Islam. Selain untuk belajar mereka menyebarkan sekulerisme lewat study research mereka.
3. Misionarisme
Ada hubungan erat antara orientalisme dan misionarisme. Misionarisme adalah gerakan kristenisasi yan bertujuan memurtadkan umat Islam atau paling tidak membuat umat Islam asing dan aneh terhadap ajaran agamanya sendiri.
4. Sarjana Muslim yang belajar kebarat.
Cara inilah yang tergolong ampuh menelurkan embrio dan corong-corong sekuler di Negara kaum muslimin. Tak perlu jauh-jauh Indonesia contohnya. Para professor dan doctor didikan barat benar-benar telah menjadi corong mereka.
5. Buku-buku sekulerisme baik yang terjemahan maupun bukan.
Sebagai contohnya adalah buku” Sekularisme, Liberalisme,dan Pluralisme” yang ditulis oleh budhy Munawar-Rachman yang diterbitkan Grasindo ,Jakarta., 2010. Diawal buku dia menulis” Dipersembahkan untuk dua guru besar Islam saya Prof. Dr. Nurcholish madjid dan Prof. Dr.M. dawam rahardjo. Yang telah mengajarkan saya betapa pentingnya mengembangkan pemikiran sekularisme, liberalism dan pluralism untuk pembaruan Islam di Indonesia. Adapun buku terjemahan seperti “Islam,Sekularisme dan Demokrasi Liberal, Menuju Teori Demokrasi Dalam Masyarakat Muslim” Tulisan Nader Hashemi. Yang diterjemahkan oleh Aan rukmana dan Sofwan Al banna Choiruzzad, terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010.
6. Teknologi Informasi
Dari pintu gerbang utama tersebut akhirnya sekularisme menjalar di dunia Islam. Sekularisme benar-benar menolak kemurnian Islam. Konsep dienul Islam yang kaffah diplintir dan dimentahkan para sekularis untuk di terapkan.
Sejarah telah membuktikan Al azhar telah lumpuh menjadi ujung tombak peradaban keilmuan Islam setelah ter’sekulerkan para colonial barat. Lantas universitas Islam Dinegeri kita? Tentunya semua tahu, Universitas Islam mana yang tidak diajarkan faham sekularisme?UIN, STAIN, IAIN yang seharusnya menjadi garda terdepan membangun peradaban Islam di Indonesia telah di gagahi para doctor dan profesor sekuler. Barangkali bukan menjadi rahasia lagi kalau para Doktor Lulusan barat seperti Harun Nasution, Nurcholis madjid, Munawir Syadzali, dawam rahardjo adalah corong-corong dan para agen sekularisme di Indonesia. Para doctor yang berkecimpung di dunia kampus tersebut telah mengobrak-abrik kampus-kampus Islam dengan dokrtin sekularisme. Pembelajaran Islam yang mereka distorsikan dari sudut pandang barat. Maka tak jarang universitas Islam dinegeri ini telah mandul melahirkan para pendidik-robbani. Coba hitung berapa ribu sarjana Islam yang lulus dari universitas Islam? Namun sudahkan kebangkitan Islam yang murni disuarakan? Hanya kepalsuan dibalik “intelektualitas” semu.
Hati-hati dengan dai kepada jahannam
Ikwatii fillah…
Sebagai akhir tulisan ini hendaknya kita benar-bvenart merenungkan hadits yang mulia ini.
Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma berkata:
كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ
“Orang-orang biasa bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kebaikan sementara aku biasa bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan aku terkena keburukan itu. Maka aku bertanya, “Wahai Rasulullah, dahulu kami dalam masa jahiliah dan keburukan, lantas Allah datang dengan membawa kebaikan ini, maka apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan lagi?” Nabi menjawab, “Ya.” Saya bertanya, “Apakah sesudah keburukan itu akan ada kebaikan lagi?” Beliau menjawab, “Ya, tapi ketika itu sudah ada kabut.” Saya bertanya, “Apa yang anda maksud dengan kabut itu?” Beliau menjawab, “Adanya sebuah kaum yang memberikan petunjuk dengan selain petunjuk yang aku bawa. Engkau kenal mereka namun pada saat yang sama engkau juga mengingkarinya.” Saya bertanya, “Adakah setelah kebaikan itu akan ada keburukan lagi?” Nabi menjawab, “Ya, yaitu adanya dai-dai yang menyeru menuju pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka, niscaya mereka akan menghempaskan orang itu ke dalam jahannam.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, tolong beritahukanlah kami tentang ciri-ciri mereka!” Nabi menjawab, “Mereka memiliki kulit seperti kulit kita, juga berbicara dengan bahasa kita.” Saya bertanya, “Lantas apa yang anda perintahkan kepada kami ketika kami menemui hari-hari seperti itu?” Nabi menjawab, “Hendaklah kamu selalu bersama jamaah kaum muslimin dan imam (pemimpin) mereka!” Aku bertanya, “Kalau pada waktu itu tidak ada jamaah kaum muslimin dan imam bagaimana?” Nabi menjawab, “Hendaklah kamu jauhi seluruh firqah (kelompok-kelompok) itu, sekalipun kamu menggigit akar-akar pohon hingga kematian merenggutmu dalam keadaan kamu tetap seperti itu.” (HR. Al-Bukhari no. 7084 dan Muslim no. 1847)
Kami yakin orang yang fitrohnya masih terjaga pasti tahu siapakah mereka. Bukan orang asing tapi mereka dari negeri kita sendiri. Oleh karena itu hati-hati dan waspadalah!
Senin, 23 Januari 2012
TUJUH ADAB MENGGAPAI INDAHNYA MALAM PERTAMA
MAHLIGAI MALAM PERTAMA
Malam pertama adalah tonggak sejarah dalam mendayung bahtera keluarga. Itulah momen yang menjadi sebuah klise di kehidupan seseorang dalam berumah tangga. Bagaimana tidak, disaat dosa besar yang tadinya diharamkan diwaktu lajangnya dengan menikah berubahlah menjadi ladang cinta yang penuh pahala.
Malam pertama memang malam yang begitu dinanti setiap pengantin dengan pasangannya. Malam yang mendebarkan bagi dua cinta yang berpadu dalam ranjang mesra. Ketika sejuta rasa bercampur dalam dada. Antara bahagia dan lega, perasaan malu bercampur mau, canggung diiringi grogi, serta sikap serba salah bagaimana harus memulai malam pertama dengan pasangannya. Sejuta rasa tersebut seolah bergemuruh di dalam dada. Menyambar-nyambar bagai halilintar yang berkilatan di langit jiwa.
Begitulah sekilas mahligai malam pertama yang berhias cinta.
ADAB-ADAB MALAM PERTAMA
Agar malam pertama benilai ibadah dan menjadi ladang pahala. Maka hendaknya setiap mempelai memperhatikan adab-adabnya. Kalau kita kaji ada beberapa adab yang seharusnya di lazimi kedua mempelai sebelum melaksanakan hubungan intim suami istri. Diantara adab-adab tersebut adalah;
1. Meniatkan semua karena Alloh dan dalam rangka ketaatan kepada-Nya.
Malam pertama hendaklah diniatkan dalam rangka ketaatan kepada Alloh SWT bukan sekedar memenuhi hasrat biologis. Banyak sekali di kalangan orang awam tidak faham bahwasanya hubungan intim suami istri merupakan bentuk ketaatan pada Alloh SWT. Bahkan di dalam islam hubungan intim suami istri merupakan suatu sedekah suami pada istrinya. Rosululloh saw bersabda.“...dan bersetubuh dengan istri juga merupakan shodaqoh. Mereka bertanya (para sahabat), wahai Rasululloh apakah jika diantara kami menyalurkan hasrat biologisnya (berhubungan intim dengan istrinya) juga mendapatkan pahala? Beliau saw menjawab, “Bukankah jika ia menyalurkan pada yang haram itu berdosa? Maka demikian pula apabila ia menyalurkannya pada yang halal, maka ia juga akan mendapatkan pahala. (HR. Muslim no 2376)
2. Mendoakan mempelai wanita di ubun-ubun kepalanya.
Setelah keduanya berada di kamar pengantin, disunahkan bagi sang suami sebelum berjima’ untuk memberikan sentuhan mesra di ubun-ubun istrinya tercinta seraya berdoa untuk keberkahannya. Doa tersebut adalah.
اللهم إني أسألك خيرها وخير ما جبلتها عليه وأعوذ بك من شرها وشر ماجبلتها عليه
”Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan wanita ini dan kebaikan yang menjadi tabiat dasarnya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan wanita ini dan keburukan yang menjadi tabiat dasarnya.”(HR. Abu Dawud)
3. Sholat sunnah dua rekaat bersama.
Setelah sang suami mendoakan pasangannya maka hendaknya jangan langsung menggaulinya. Masih ada sunnah Rosululloh saw yang semestinya dilaksanakannya yaitu sholat sunnah dua rekaat bersama.
Sholat ini bukanlah suatu amalan yang bid’ah melainkan ada sandaran hukumnya. Salah satunya yaitu dalilnya adalah Atsar Abu Sa’id Maula Abu Usaid yang mana Ia diajari oleh sahabat senior mereka adalah Ibnu Mas’ud, Abu Dzar al Ghifari, Hudzaifah ibnu Yaman rodhiyallohu anhum ketika sholat bersama mereka di hari pernikahannya , maka ia diajarkan untuk sholat dua rekaat bersama istri nya sebelum menggaulinya.(Mushonnaf Ibnu Abi syaibah juz 7,Mushonnaf Abdurrozaq juz 6, Sanadnya sohih sampai Abu Sa’id)
4. Berhias dan Bercumbu Rayu
Sudah semestinya bagi kedua mempelai untuk berhias sebelum menjalani malam pertama. Memakai pakaian terindah dan wangi-wangian yang di sukai. Selain keindahan disukai oleh Alloh SWT berdandan mampu membangkitkan gairah antara pasutri. Sehingga lebih memuaskan keduanya.
Asma’ binti Yazid bin Sakan di hari pernikahan Rosululloh saw dengan Aisyah rdha menceritakan; “ Aku menghias Aisyah untuk rosululloh saw. Lalu aku datang kepadanya. Kemudian aku memanggil beliau supaya memandang Aisyah secara jelas. Kemudian beliau datang disampingnya. Setelah itu di datangkan wadah besar yang berisi susu. Baliau saw pun meminumnya. Lalu nabi memberikannya pada Aisyah. Pada saat itu Aisyah menundukkan kepalanya dan merasa malu. Maka saya menegurnya dan berkata kepadanya. “Ambillah dari tangan Rosululloh saw !” Akhirnya Aisyah pun mengambilnya dan meminumnya sedikit. Kemudian Rosululloh bersabda kepadanya, ‘Berilah temanmu itu.’(HR, Ahmad dan Ibnu Hibban)
Hadis tersebut selain memberikan tuntunan berhias bagi mempelai terutama wanita juga anjuran untuk membuka malam pertama dengan makanan atau minuman yang membangkitkan gairah tubuh seperti susu dan semisalnya.
Adapun berkaitan dengan cumbu rayu seolah memang terasa hambar jika malam pertama tanpa di awali dengan cumbu rayu. Selain semakin menghangatkan suasana bisa menghilangkan perasaan canggung ,grogi dan serba salah tingkah. Pada fase ini hendaklah sang mempelai terutama laki-laki tidak tergesa-gesa. Seringkali rasa malu menghantui mempelai wanita. Dan hal itu sangatlah wajar selama tidak terlalu berlebihan. Untuk memecahkan suasana hendaknya sang suami mengamalkan hadits Rosululloh saw berikut ini.
“Janganlah ada seorang dari kalian yang mengumpuli istrinya seperti binatang mengumpuli lawan jenisnya. Tetapi hendaknya ada utusan antara keduanya. Maka di tanyakan kepada Nabi, ”Apakah yang di maksudkan dengan utusan itu?” Beliau menjawab, ”Mencium dan bercanda”(HR. ad Dailmi)
Dalam Hadis ini member pelajaran hendaknya seorang suami memberi pembukaan sebelum dia berhubungan dengan istrinya.
5. BERDOA SEBELUM BERSENGGAMA.
Walaupun keinginan telah membara dan hasrat semakin bergelora. Sebelum keduanya saling membuka aurat jangan sampai kedua mempelai lupa membaca doa yang di ajarkan Nabi saw.
بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا .
“Dengan menyebut nama Alloh, Ya Alloh jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang akan Engkau rezekikan kepada kami” (HR. Muslim)
6. Tidak Berjima’ Pada Lubang Dubur dan di Waktu Haidh.
Dalam berhubungan suami istri di bolehkan bagi suami bersenang-senang dengan istrinya sesuai dengan kehendaknya. Hal ini berdasarkan ke umuman firman Alloh SWT.
نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
"Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Alloh dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa ayat dia atas berkaitan dengan kaum yahudi yang mengatakan kepada kaum muslimin bahwa barang siapa yang menggauli istrinya dari belakang maka anaknya kelak akan menjadi seorang yang juling. Kemudian Alloh pun menurunkan ayat tersebut sebagai bantahan keyakinan kaum yahudi yang sekedar mitos.
Namun demikian ada hadis nabi yang memberikan kekhususan dari ayat diatas. Yaitu tentang menggauli istri dalam keadaan haidh dan pada lubang duburnya. Rosululloh saw bersabda.”Barang siapa yang menjima’i istrinya yang sedang dalam keadaan haidh atau menjima’i duburnya, maka sesungguhnya ia telah kufur kepada Muhammad saw.”(HR. at Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad). Selain hadis diatas terdapat ayat dalam al Quran yang menjelaskan tentang larangan menggauli istri di waktu haidh. Alloh berfirman. “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haidh itu adalah kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Alloh kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”(QS. al Baqoroh[2]:222)
Dibolehkan menggauli istri dari belakang asalkan bukan pada duburnya melainkan pada kemaluannya. Hal ini berdasarkan Sabda nabi saw,” (Boleh) dari arah depan atau belakang, Asalkan di dalam kemaluannya.” (HR. al Bukhori dan Muslim)
7. Bersuci Sebelum Mengulang Persenggamaan atau Sebelum Tidur.
Terkadang setelah berhubungan masih tersisa gairah untuk mengulangi hubungan intim kembali. Bagi suami di sunahkan mencuci kemaluan dan berwudhu sebagaimana halnya wudhu sholat. Rosululloh bersabda yang artinya.” JIka salah seorang di antara kalian menyetubuhi istri, kemudian berkeinginan untuk mengulangi persetubuhan itu, maka hendaklah ia berwudhu diantara dua persetubuhan tersebut.” Bahwa Dalam riwayat lain di katakana bahwa tata cara wudhunya tersebut sebagaimana wudhu hendak sholat.”(HR. Muslim)
Imam Qodhi Iyadh berkata,”Mencuci kemaluan sesudah bersenggama dapat menambah kekuatan dan semangat untuk mengulanginya.”
Demikian tujuh adab tersebut hendaknya benar-benar diperhatikan bagi para mempelai yang ingin menjadikan malam pertamanya indah dan berpahala.
Jauhkan Budaya to the point dan bersu’udzon pada Pasangan
Dalam hal ini hendaknya mempelai terutama laki-laki tidak bersikap to the point atau slonong boy. Betapa banyak kebencian bersemi dari malam pertama yang di lakukan tidak dalam rangka beribadah dan mengikuti sunnah. Begitu juga hendaknya bersikap husnudzon terhadap istri jika terbukti di malam pertama tidak terdapat darah keperawanan karena pecahnya selaput dara. Mitos yang menyebar di masyarakat ketika tidak di didapati darah tersebut maka sang istri dimungkinkan istri bukanlah seorang perawan lagi. Padahal mitos ini tidaklah benar dan dunia medis membatah akan hal tersebut.
Insya Alloh tujuh hal tersebut akan mengantarkan anda menggapai indahnya malam pertama.Semoga bermanfaat. Selamat bermalam pertama ! Wollohu a’lam bishowab.
KB DALAM KACAMATA ISLAM
Polemik hukum KB merupakan satu topik pembahasan yang cukup menarik untuk di kaji pada saat ini. Di samping gembar-gembor pemerintah semakin genjar, banyak kaum muslimin terjebak dari slogan-slogan manis yang sebenarnya membodohi terebut. Sayangnya sebagian saudara-saudara kita ikut andil dalam mensukseskan program orang kafir ini. Padahal islam adalah agama yang menganjurkan umatnya memperbanyak keturunan.
Untuk lebih jelasnya akan kita bahsa secara ringkas tentang hukum KB di dalam islam.
ANJURAN MEMPERBANYAK KETURUNAN
Sebelum kita membahas hukum KB kita harus faham bahwa Islam adalah agama yang menganjurkan umatnya untuk memperbanyak keturunan. Hal tersebut karena memang fitroh manusia menyukai banyak keturun. Terutama orang-orang yang cerdas dan berpotensi dalam hidupnya.
Rosululoh saw bersabda: “Nikahilah perempuan yang penyayang dan subur (banyak anak), karena sesungguhnya aku akan membanggakan (banyaknya jumlah kalian) dihadapan umat-umat lain (pada hari kiamat nanti).” (HR Abu Dawud (no. 2050), an-Nasa-i (6/65) dan al-Hakim (2/176), dishahihkan oleh Ibnu Hibban (no. 4056- al-Ihsan), juga oleh al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi).
Banyak nya umat merupakan indikator kemuliaan sebuah umat. Oleh karena itu ketika Alloh menyebutkan salah satu nikmat terbesar pada bani isroil Alloh jadikan mereka umat yang berjumalah banyak. Alloh berfirman akan hal tersebut.
” Dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar” [Al-Isra' : 6]
“Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu” [Al-A'raf : 86]
Sampai saat ini tak ada satupun yang mengingkari bahwa bnyaknya umat adalah kemuliaan.
KB DALAM TINJAUN ISLAM
Kebanyakan alasan orang ber-KB adalah masalah ekonomi dan pendidikan anak. Mereka telah di cekoki oleh barat bahwa banyak anak banyak masalah bukan banyak rezeki dan barokah. Alloh telah bantah itu semua dalam firman-Nya
“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri, Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. al-’Ankabuut: 60)
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”(al Isro’:31)
Begitu juga dalam hadis yang telah terkenal yang di riwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari Ibnu Mas’ud bahwa setiap anak telah di catat rezekinya ketika dia dalam kandungan berumur 40 hari. Dari sini jelas bahwa KB bertentangan dengan syariat islam.
PERBEDAAN ANTARA MEMBATASI KETURUNAN, MENGATUR KELAHIRAN DAN MENCEGAH KEHAMILAN
Keluarga berencana (KB) yang di canangkan pemerintah adalah bertujuan membatasi keturunan cukup dua anak.Itulah yang haram dan bertentangan dengan islam.
Di dalam Fatwa Haiati Kibarul ‘Ulama’(Komite Fatwa Ulama Besar Saudi Arabia) menjelaskan arti akan tiga hal tersebut.
Membatasi (jumlah) keturunan: adalah menghentikan kelahiran (secara permanen) setelah keturunan mencapai jumlah tertentu, dengan menggunakan berbagai sarana yang diperkirakan bisa mencegah kehamilan. Tujuannya untuk memperkecil (membatasi) jumlah keturunan dengan menghentikannya setelah (mencapai) jumlah yang ditentukan. Hal seperti ini adalah haram karena menyelisi islam.
Mencegah kehamilan: adalah menggunakan berbagai sarana yang diperkirakan bisa menghalangi seorang perempuan dari kehamilan, seperti: al-’Azl (menumpahkan sperma laki-laki di luar vagina), mengonsumsi obat-obatan (pencegah kehamilan), memasang penghalang dalam vagina, menghindari hubungan suami istri ketika masa subur, dan yang semisalnya .
Pencegahan seperti ini juga di haramkan dalam islam kecuali ada alasan yang dibenarkan dalam syariat. Seperti jika kehamilan membahayakan kelangsungan hidup seorang ibu karena suatu penyakit yang berbahaya. Maka boleh mencegah kehamilan dalam keadaan darurat atau terpaksa demi kemanfaatan yang lebih besar.
Mengatur kehamilan: adalah menggunakan berbagai sarana untuk mencegah kehamilan, tapi bukan dengan tujuan untuk menjadikan mandul atau mematikan fungsi alat reproduksi, tetapi tujuannya mencegah kehamilan dalam jangka waktu tertentu (bukan selamanya), karena adanya maslahat (kebutuhan yang dibenarkan dalam syariat) yang dipandang oleh kedua suami istri atau seorang ahli (dokter) yang mereka percaya
Mengatur kehamilan seperti ini di bolehkan di dalam islam setidaknya dengan dua syarat sebagaimana di jelaskan oleh Syaikh Utsaimin.
1. Adanya kebutuhan (yang dibenarkan dalam syariat), seperti jika istri sakit (sehingga) tidak mampu menanggung kehamilan setiap tahun, atau (kondisi) tubuh istri yang kurus (lemah), atau penyakit-penyakit lain yang membahayakannya jika dia hamil setiap tahun.
2. Izin dari suami bagi istri (untuk mengatur kehamilan), karena suami mempunyai hak untuk mendapatkan dan (memperbanyak) keturunan.
BAGAIMANA HUKUM MENGGUNAKAN OBAT PENCEGAH KEHAMILAN DAN ALAT KONTRASEPSI?
Para ulama menjelaskan tentang bolehnya menggunakan obat pencegah kehamilan dan alat kontrasepsi jika dengan alasan syari atau dalam keadaan dharurat yang sesuai dengan kadarnya. Namun demikian para ulama kontemporer menganjurkan untuk memperhatikan hal-hal berikut.
1) Sebelum menggunakan alat kontrasepsi/obat anti hamil hendaknya berkonsultasi dengan seorang dokter muslim yang dipercaya agamanya, sehingga dia tidak gampang membolehkan hal ini, karena hukum asalnya adalah haram, sebagaimana penjelasan yang lalu. Ini perlu ditekankan karena tidak semua dokter bisa dipercaya, dan banyak di antara mereka yang dengan mudah membolehkan pencegahan kehamilan (KB) karena ketidakpahaman terhadap hukum-hukum syariat Islam
2) Memilih alat kontrasepsi yang tidak membahayakan kesehatan, atau minimal yang lebih ringan efek sampingnya terhadap kesehatan. Karena cukup banyak alat kontrasepsi yang membahayakan kesehatan.
3- Usahakanlah memilih alat kontrasepsi yang ketika memakai/memasangnya tidak mengharuskan terbukanya aurat besar (kemaluan dan dubur/anus) di hadapan orang yang tidak berhak melihatnya. Karena aurat besar wanita hukum asalnya hanya boleh dilihat oleh suaminya saja.
KONSPIRASI DI BALIK KB
Orang-orang kafir sangat takut dengan jumlah kaum muslimin yang banyak. Karena secara kuantitas hal tersebut merupakan kekuatan yang besarsulit ditandingi dan di kalahkan dalam peperangan. Sadar atau tidak kita diperangi oleh mereka walaupun bukan dengan jalan konfrontasi. Karena cara tersebut ternyata membawa kerugian yang besar dan kemungkinan kecil sekali mengalahkan kaum muslimin. Begitulah tak tik mereka semenjak kalah di perang salib.
Program Kb adalah salah satu produk Yahudi dalam memerangi kaum muslimin. Merka membungkus program KB dengan berbagai slogan yang manis agar tampak indah di kalangan umat islam.Karena mereka sendiri sebenarnya anti KB yang mereka sendiri canangkan di Negara-negara islam.
Di Indonesia sendiri program Kb bisa dikatakan sukses menekan populasi penduduk yang sangat signifikan. Pertambahan penduduk Indonesia dalam 20 tahun terakhir ini sangat lambat seiring suksenya program Kb. Pada saat ini Jumlah penduduk Indonesia pada kisaran 200 jutaan, Jika tidak ada Kb mungkin akan mencapai 300 jutaan lebih. Jumlah ini melebihi jumlah penduduk amerika. Yang terpenting dari itu adalah prosentase kaum muslimin di Indonesia yang semakin lama menyusut sejalan dengan gencarnya program KB dan kristenisasi. Hal ini sering kali dilupakan oleh umat islam sendiri.
Kita tidak sadar bahwa kita dalam konspirasi besar di balik gencarnya program KB yang begitu marak saat ini. Semoga Aloloh selamatkan umat ini makar musuh-musuh Islam.
Langganan:
Postingan (Atom)




